<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ditebas - Minasanews.com</title>
	<atom:link href="https://minasanews.com/tag/ditebas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://minasanews.com/tag/ditebas/</link>
	<description>Berita Terkini dan Terupdate</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Feb 2024 08:59:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://minasanews.com/wp-content/uploads/2023/01/cropped-minasanews-logo-32x32.png</url>
	<title>ditebas - Minasanews.com</title>
	<link>https://minasanews.com/tag/ditebas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gegara Ditabrak dan Tersinggung Petani di Pangkep Tebas Kepsek Hingga Tewas</title>
		<link>https://minasanews.com/gegara-kata-teako-lesse-telaso-kepsek-di-pangkep-tewas-ditebas-kerabat/</link>
					<comments>https://minasanews.com/gegara-kata-teako-lesse-telaso-kepsek-di-pangkep-tewas-ditebas-kerabat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rusdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Feb 2024 07:36:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Di]]></category>
		<category><![CDATA[ditebas]]></category>
		<category><![CDATA[Gegara]]></category>
		<category><![CDATA[Kata]]></category>
		<category><![CDATA[Kepsek]]></category>
		<category><![CDATA[Kerabat]]></category>
		<category><![CDATA[Lesse]]></category>
		<category><![CDATA[Pangkep]]></category>
		<category><![CDATA[Teako]]></category>
		<category><![CDATA[Telaso]]></category>
		<category><![CDATA[Tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://minasanews.com/?p=6889</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minasanews.Com.Pangkep&#8212; Seorang Kepala SD di kampung Minggi desa Tompobulu kecamatan Balocci kabupaten Pangkep, Minggu(4/2/2024) ditemukan tewas mengenaskan akibat usai diparangi oleh kerabatnya sendiri. Kepala...</p>
<p>The post <a href="https://minasanews.com/gegara-kata-teako-lesse-telaso-kepsek-di-pangkep-tewas-ditebas-kerabat/">Gegara Ditabrak dan Tersinggung Petani di Pangkep Tebas Kepsek Hingga Tewas</a> appeared first on <a href="https://minasanews.com">Minasanews.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Minasanews.Com.Pangkep</strong>&#8212; Seorang Kepala SD di kampung Minggi desa Tompobulu kecamatan Balocci kabupaten Pangkep, Minggu(4/2/2024) ditemukan tewas mengenaskan akibat usai diparangi oleh kerabatnya sendiri.<br />
<img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://minasanews.com/wp-content/uploads/2024/02/20240206_152550-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" class="alignnone size-medium wp-image-6891" srcset="https://minasanews.com/wp-content/uploads/2024/02/20240206_152550-300x230.jpg 300w, https://minasanews.com/wp-content/uploads/2024/02/20240206_152550.jpg 578w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><br />
Kepala SDN No 34 Minggi Muhammad Anwar(54) meninggal dunia ditempat kejadian perkara di kampung Minggi desa Tompobulu, setelah bagian lehernya tiga kali ditebas  parang oleh Ramli(62) yang juga kerabat korban sendiri.</p>
<p>Pelaku menebas korban gegara ditabrak motor dari arah belakang dan tersinggung dengan ucapan Muh Anwar yang dua kali menyebutkan kata-kata &#8216; Teako Lesse Telaso&#8217;. &#8220;Selain sakit karena ditabrak motor. Saya sangat tersinggung dengan kata-kata korban yang meneriaki saya dengan kata-kata &#8216; Teako lesse  Telaso&#8217;,&#8221; ujar Ramli didepan penyidik Polres Pangkep.</p>
<p>Dihadapan penyidik saat diperiksa. Ramil berucap. &#8220;Pada saat itu saya mau ke sawah dan dia tabrak saya dari belakang. Lalu saya terjatuh dan rasanya sakit ditabrak. Awalnya Anwar itu saat di tempat kejadian berusaha mengendarai motornya dengan kencang karena jalan menanjak. Saya langsung kaget karena ada suara motor yang keras dan bersamaan ketika itu ia mengucapkan kata-kata &#8216; Teako Lesse Telaso&#8217;.  Sehingga sambil menahan sakit saya berdiri dan langsung mencabut  parang yang terselip dipinggang dan seketika itu juga saya parangi leher korban bagian belakang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kepsek SD Negeri Minggi ini, kata Kanit Resmob Polres Pangkep Ipda Ramadhan kepada media Senin(5/2/2024) di Mapolres Pangkep. &#8220;Korban tewas ditebas parang oleh kerabatnya sendiri gegara ditabrak dan tersinggung dengan ucapan&#8217; Pinggir-pinggirko Telaso&#8217;. Kata-kata ini dilontarkan saat korban sedang mengendarai motor dan menabrak pelaku sehingga pelaku terjatuh dan merasa sakit,&#8221; ucap Ramadhan.</p>
<p>Disaat itulah korban sempat mengeluarkan kata-kata &#8216; Pinggir-pinggirko Telaso&#8217; ucap Kanit 1 Reskrim Polres Pangkep ini. &#8220;Perkataan inilah yang menyebabkan tersangka naik fitam dan  tersinggung sehingga langsung mengayunkan parang yang terselip dipinggangnya ke bagian leher Kepsek,&#8221; bebernya.</p>
<p>Usai melakukan aksi pemarangan kepada Kepala Sekolah ini. Pelaku langsung menyerahkan diri ke rumah kepala desa kemudian dibawa ke Polsek Balocci dan selanjutnya diserahkan ke Reskrim Polres Pangkep.</p>
<p>Pihak Penyidik akan menjerat pelaku dengan pasal 361 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.</p>
<p>Padahal antara korban dengan pelaku ini, lanjut Perwira satu balok ini. Keduanya masih ada hubungan keluarga karena Anwar sebagai korban dan Ramli sebagai pelaku masih sepupu dua kali.</p>
<p>Dari pengakuan Ramli dihadapan penyidik, mengungkapkan bahwa dirinya saat itu mau menuju sawah dan seketika itu dari arah belakang  muncul Anwar yang bermaksud menuju ke arah rumahnya dengan mengendarai motor</p>
<p>Tetapi entah kenapa, Anwar mengendarai motornya dengan suara kendaraan yang sangat kencang dan langsung menabrak saya hingga saya terjatuh  dan disaat bersamaan dia mengeluarkan kata-kata tidak pantas. &#8220;Dua kalika nakatai &#8216; Teako Lesse Telaso&#8217;. Sakit rasanya ditabrak dan ucapannya itu menyebabkan saya sangat tersinggung hingga saya parangi lehernya sampai tiga kali,&#8221; pungkas Ramli dihadapan penyidik.( Udi)</p>
<p>The post <a href="https://minasanews.com/gegara-kata-teako-lesse-telaso-kepsek-di-pangkep-tewas-ditebas-kerabat/">Gegara Ditabrak dan Tersinggung Petani di Pangkep Tebas Kepsek Hingga Tewas</a> appeared first on <a href="https://minasanews.com">Minasanews.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://minasanews.com/gegara-kata-teako-lesse-telaso-kepsek-di-pangkep-tewas-ditebas-kerabat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Pitue Sekarat Usai ditebas Parang</title>
		<link>https://minasanews.com/warga-pitue-sekarat-usai-ditebas-parang/</link>
					<comments>https://minasanews.com/warga-pitue-sekarat-usai-ditebas-parang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rusdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2023 14:44:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[ditebas]]></category>
		<category><![CDATA[Parang]]></category>
		<category><![CDATA[Pitue]]></category>
		<category><![CDATA[Sekarat]]></category>
		<category><![CDATA[Usai]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://minasanews.com/?p=1395</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minasanews.Com.Pangkep&#8212; Seorang warga kampung Bawapitu desa Pitue kecamatan Ma&#8217;rang kabupaten Pangkep, Sabtu(11/2) berinitial MD(55) nyaris saja menghabisi nyawa warga sekampungnya hanya karena salah paham....</p>
<p>The post <a href="https://minasanews.com/warga-pitue-sekarat-usai-ditebas-parang/">Warga Pitue Sekarat Usai ditebas Parang</a> appeared first on <a href="https://minasanews.com">Minasanews.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Minasanews.Com.Pangkep</strong>&#8212;  Seorang warga kampung Bawapitu desa Pitue kecamatan Ma&#8217;rang kabupaten Pangkep, Sabtu(11/2) berinitial MD(55) nyaris saja menghabisi nyawa warga sekampungnya hanya karena salah paham.</p>
<p>MD menebas NS gegara tersinggung. Saat itu korban melakukan perbincangan dengan salah seorang saksi, namun pelaku tak terima dan salah paham dengan pembicaraan tersebut.</p>
<p>Pelaku kemudian mengeluarkan kata-kata tak pantas kepada korban. Tak terima karena merasa dihina, korban lalu mengambil kayu dengan panjang sekitar 1 meter dan melempari pelaku. Namun lemparan itu tidak sampai mengenai tubuh MD.</p>
<p>Seketika itu juga pelaku menebas korban pada bagian lengan kiri dan perut kiri. Tidak sampai disitu aksi pelaku. Dia juga memarangi leher dan kepala korban hingga tersungkur.</p>
<p>Peristiwa ini terungkap saat press release Polres Pangkep yang dipimpin Kasi Humas Polres Pangkep  AKP Imran, S.H., di Aula Endra Dharmalaksana Polres Pangkep, yang dihadiri para awak media, Senin, (20/02/23).</p>
<p>Dalam Press Release tersebut, AKP Imran, S.H., mengungkapkan bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan, yang disangkakan Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana Subsider 351 Ayat (1) KUHPidana di Kampung Bawapitu, Desa Pitue, Kec. Marang, Pangkep yang terjadi pada Sabtu, tanggal 11 Februari 2023, sekitar pukul 15.30 Wita.</p>
<p>Adapun identitas pelaku seorang pria yang berinisial MD(55) yang beralamat di Kampung Bawapitu, Desa Pitue, Kecamatan Marang, Pangkep.</p>
<p>Sementara identitas korban seorang pria yang berinisial NS yang beralamat di Kampung Bawapitu, Desa Pitue, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep.</p>
<p>Barang bukti yang digunakan pelaku 1 ( Satu ) Buah parang dengan panjang 59 cm, celana pendek warna putih, sarung kotak warna putih biz hitam,1 (satu) Buah kayu dengan panjang 129cm dan lebar 11,5 cm.</p>
<p>AKP Imran, mengatakan bahwa penyebab terjadinya penganiayaan ini adalah masalah selisih paham tentang perbincangan si korban dengan saksi yang membuat pelaku tersinggung sehingga pelaku mengatai korban dengan perkataan yang tidak pantas atau penghinaan</p>
<p>Selanjutnya lalu si korban lalu melemparinya dengan kayu yang panjangnya kurang lebih 1 meter karna dikatai oleh pelaku dengan perkataan yang tidak pantas, namun si korban tidak mengenai pelaku dan kemudian pelaku langsung menebaskan parangnya ke tangan kiri, perut samping kiri, dan belakang leher belakang kemudian menebas kepala korban</p>
<p>Saat korban sudah berlumuran darah, pelaku langsung kembali ke rumahnya dan menyimpan parang tersebut dan pelaku sempat pula mengganti baju dan celananya.</p>
<p>Dari sini pelaku menuju rumah salah seorang anggota Polri yang bernama saudara Hasan yang bertugas di Polsek Marang Polres Pangkep untuk menceritakan kejadian ini, sekaligus menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya tersebut.( Udi)</p>
<p>The post <a href="https://minasanews.com/warga-pitue-sekarat-usai-ditebas-parang/">Warga Pitue Sekarat Usai ditebas Parang</a> appeared first on <a href="https://minasanews.com">Minasanews.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://minasanews.com/warga-pitue-sekarat-usai-ditebas-parang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
