Minasanews.Com.Barru–Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru Rawat Kerukunan Beragama dengan menggelar Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama tingkat kecamatan Barru di kelurahan Sumpang Binangae, di Cafe Tiga Dimensi, Selasa(9/9/2025).

Event Kampung Moderasi Beragama ini menghadirkan pemateri dari Ketua FKUB Kabupaten Barru Husni Abbas, Kasubsi 1 Intelkam Kejari Barru dan pemateri lain dari Kapolsek Barru Kompol Muhammad Anwar.
Sebelum menampilkan para nara sumber. Kasi Binmas Kemenag Barru, Dr. H.Muhlis Hakim yang membuka acara ini menyampaikan bahwa pihak Kementerian Agama sebagai lembaga yang kehidupan Ummat Beragama memiliki tanggung jawab dalam menjaga kerukunan ummat beragama sehingga menggelar event tersebut.
Agenda Kampung Moderasi Beragama ini juga dihadiri Pejabat Kemenag Barru, para Pengurus FKUB, Camat Barru Andi Hilmanida, Kapolsek Barru Kompol Muhammad Anwar, Dan Ramil 05 Barru, Mayor Inf Aris Surya, Lurah Sumpang Binangae, tokoh lintas agama dan sejumlah Pengurus Organisasi keagamaan
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barru meneguhkan komitmennya dalam merawat kerukunan beragama melalui penyelenggaraan Kampung Moderasi Beragama tingkat kecamatan.

Memperkuat Toleransi Melalui Dialog
Event Kampung Moderasi Beragama ini menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Barru, Husni Abbas, dan Kasubsi 1 Intelkam Kejaksaan Negeri (Kejari) Barru.
Kehadiran para pemateri ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai di tengah masyarakat yang majemuk.
Sinergi Lintas Sektoral dan Tokoh Masyarakat.Agenda ini dihadiri oleh berbagai pihak, menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut Pejabat Kemenag Barru, para Pengurus FKUB, Camat Barru Andi Hilmanida, Kapolsek Barru Kompol Muhammad Anwar, Danramil 05 Barru Mayor Inf Aris Surya, Lurah Sumpang Binangae, serta tokoh lintas agama dan pengurus organisasi keagamaan. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap program moderasi beragama sebagai fondasi pembangunan sosial dan persatuan bangsa.
Ketua FKUB Kabupaten Barru H Husni Abbas saat menjelaskan materinya banyak membeberkan data beberapa kabupaten kota di Sulsel yang paling Intoleran. Dua kota disebut sebagai wilayah paling Intoleran yakni Kota Makassar dan Pare-pare.
Udztas Husni menyebutkan kedua kota ini paling intoleran karena adanya beberapa rangkaian kejadian yang bersentuhan dengan aksi yang mengganggu kerukunan beragama. “Patut kita bersyukur karena kabupaten Barru selalu terjaga dan terawat suasana kerukunan bergamanya sehingga tidak pernah terjadi konflik,” ujar H Husni.
Hal serupa juga diungkapkan Pemateri Kasubsi 1 Intelejen Kejari Barru, Fikar Arvan banyak menjelaskan beberapa perbandingan kehidupan kerukunan beragama disejumlah negara seperti Perancis. Apalagi tesis pemateri berkaitan dengan Kerukunan Beragama.
Sementara itu Kapolsek Barru Muhammad Anwar menyatakan bersyukur karena wilayah kecamatan Barru dalam kondisi aman dan terkendali. Kita patut bersyukur atas kerukunan ummat beragama sangat terjaga.
“Meski begitu kita tidak bisa terlena dengan kondisi yang aman itu. Apalagi dengan gencarnya pergerakan medsos yang kerap melakukan propokasi dan terkesan menghasut. Tidak sedikit ada yang menyentil kerukunan beragama. Hal ini yang urgen diwaspadai masyarakat,” beber Anwar.
Diakhir agenda tersebut, Kepala Kemenag Barru, Dr H Jamaruddin menjelaskan bahwa di kabupaten Barru ini ada dua kecamatan percontohan kampung moderasi beragama yakni kecamatan Barru dan Tanete Rilau.
“Saya mengapresiasi dengan adanya pelaksanaan kegiatan Kampung Moderasi Beragama yang menghimpun sejumlah tokoh lintas agama. Patut dibanggakan karena kabupaten Barru dalam kondisi aman dan semua terbangun karena kuatnya kebersamaan dan hal ini kami laporkan dalam pertemuan dengan pihak Forkopimda,” ucap Jamaruddin.
Kepala Kandepag Barru yang menyandang gelar S3 jni mengungkapkan peran Kemenag dalam menjaga kerukunan karena memiliki kekuatan puluhan Penyuluh yang dibawahi Kemenag Barru. “Para penyuluh ini sangat berperan aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk tetap hidup rukun. Bukan hanya kepada sesama ummat muslim, tetapi juga kepada semua ummat beragama lainnya,” terangnya.
Sebelum menutup Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama, Kepala Kemenag Barru, Dr H Jamaruddin memberikan harapan kepada hadirin dalam kegiatan ini bersama-sama dengan FKUB tetap solid menjaga kerukunan Ummat Beragama di kabupaten Barru agar tetap aman dengan sikap toleransi bersama semua pihak.( Udi)





















