Minasanews.Com.Barru— Membangun daerah butuh dukungan citra positif melalui penyebarluasan informasi dari para pekerja media yang dikemas dalam tulisan pemberitaan demi kemajuan kabupaten Barru. Support ini sangat dibutuhkan Pemkab Barru untuk mengakselerasi pembangunan. Hal ini diungkapkan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari saat bersilaturahmi bersama para wartawan di ruang kerjanya di lantai 5 MPP, Selasa(20/5/2026).
Silaturahmi yang dipimpin Ketua PWI Barru Ahmadi Kalub berlangsung hangat dan dialogis karena sumber informasi bukan hanya berasal dari Bupati. Melainkan terjadi komunikasi dua arah, setelah Andi Ina memberikan kesempatan kepada para jurnalis untuk memberikan pertanyaan dan tsnggapan terkait apa yang dicapai dari kepemimpinan dari pasangan Andi Ina-Abustan selama setahun lebih membangun daerah ini.
Bupati Andi Ina dalam pertemuan ini didampingi Kadis Kominfo SP Syamsuddin bersama Kabid Humas, Zulfachmi dan para staf Humas lainnya.
Awalnya ketika Andi Ina memaparkan capaian selama satu tahun lebih masa kepemimpinannya. Menjelaskan beberapa al, mulai dari soal angka stunting yang meningkat signifikan, keberhasilan produksi pertanian, pertumbuhan ekonomi daerah yang berhasil melampaui capaian nasional hingga perolehan APBD 2026 yang hanya mencapai Rp 766 Milyar yang diklaim Andi Ina sebagai APBD terendah di Sulsel.
Namun angka itu tidak membuat Andi Ina patah semangat. Jika media benar-benar ikut memberikan citra positif melalui pemberitaan maka dengan sendirinya sinergitas itu akan berbuah manis. Meski berbagai keterbatasan telah dialami seperti adanya pemotongan anggaran hingga angka Rp 133 milyar. Tetapi jika kebersamaan tersebut terbangun melalui sinergitas kuat dengan berbagai elemen dan steakholder. Termasuk memberi ruang seluas-luasnya kepada investor untuk masuk ke Barru menanamkan sahamnya. Maka peluang lapangan kerja semakin terbuka.
“Tidak ada jalan lain daerah kita harus terus mencari cara dalam peningkatan pendapatan daerah. Termasuk menggali beberapa sumber pendapatan dan intens mencari jejaring melalui kolega, teman agar bisa membawa dana besar dari Pusat,” ujar Andi Ina.
Bupati Perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Barru ini lebih jauh menjelaskan jika dirinya harus intens membangun jaringan dan komunikasi ke pemerintah pusat. “Berjuang ke berbagai lembaga dan kementerian untuk memperoleh anggaran bukan pekerjaan gampang. Selain butuh perjuangan berliku, juga harus kuat dalam membangun jaringan dan keterikatan kuat dalam bersinergi,” jelasnya.
Persaingan mencari anggaran di Pusat sulit terhindarkan. Sebab bukan hanya kita yang butuh hal tersebut. “Semua Pemimpin daerah melakukan hal serupa dengan apa yang kita inginkan. Jadi jangan heran kalau saya intens melakukan perburuan anggaran ke Pusat. Itulah sebabnya roda pemerintahan harus diberi kepercayaan kepada Wabup hingga Sekda untuk ikut mengendalikan birokrasi ketika Bupati harus ke Jakarta,” beber Andi Ina.
Andi Ina yang mendengar curhat dan keluh kesah tentang kerjasama media dengan Pemkab yang sangat terbatas dan terasa kurang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menyatakan dirinya sangat paham dan pengalaman dengan kehidupan pekerja jurnalis.
“Saya cukup lama menjalin hubungan sinergitas bersama media dilingkup DPRD Sulsel. Tidak heran jika saat di legislatif Sulsel, saya yayng berani membentuk Komisi baru di dewan dengan sebutan Komisi F yang berisikan para wartawan yang bertugas di kantor parlemen Sulsel. Komisi di DPRD nota benenya hanya sampai pada Komisi E. Tetapi demi kedekatan dan kebersamaan sehingga saya berani membentuk Komisi F untuk para wartawan dalam satu ruangan khusus,” ucap Andi Ina dengan nada canda untuk mencairkan suasana silaturahmi ini.
Melalui silaturahmi yang digagas berlangsung satu kali tiga bulan ini, kata Andi Ina. “Saya minta para wartawan ikut membantu membangun Kabupaten Barru. Kami ini tidak punya target apa-apa dalam membangun daerah yang kita cintai bersama ini, kecuali mau “Mappadeceng”(Memperbaiki) daerah ini,” ujarnya lagi.
Keterbatasan anggaran dan adanya kebijakan efisiensi dari Pemerintah pusat memberi imbas kepada pemerintah kabupaten sulit jika hanya mengandalkan APBD. Kita butuh Investor agar bisa masuk ke Barru dan media harus memberikan dukungan dengan pembetiaan yang positif tentang Barru. “Jangan sampai Investor belum masuk lalu direcoki dengan kesan kurang baik dan mereka merasa tidak nyaman sehingga dengan terpaksa tidak jadi tanam saham di Barru. Ayo bantu kami membangun daerah kita. Kalau daerah ini sejahtera, Insya Allah, wartawan disini juga akan menerima efek positif yang bernilai ekonomi,” pungkasnya.( Udi)





















