Minasanews.Com.Barru— DPRD Barru menghadirkan lima lembaga untuk menyatukan persepsi dalam mengkaji efek gejala alam El Nino. Kelima lembaga yang diundang yakni BPBD, PDAM, BKAD dan Satgas El Nino. Lembaga tersebut dihadirkan Rabu(18/10/2023).
Ada lima lembaga yang kita undang, kata Wakil Ketua DPRD Barru H Kamil Ruddin saat memimpin rapat kerja tersebut. Kelima lembaga yang dihadirkan yaitu BPBD, PDAM, BKAD dan Satgas El Nino.
Meski begitu kata Kamil saat pembahasan gejala El Nino dan efeknya. Pertanyaan lebih dominan diarahkan ke pihak PDAM Tirta Waesai.
“Arah pertanyaan yang mencecar Direktur PDAM Tirta Waesai Ahsan Jafar diajukan pihak dewan karena banyak menerima laporan masyarakat terkait terjadinya krisis air bersih diberbagai wilayah di kabupaten Barru,” kata Kamil.
Meski pertanyaan lebih dominan diarahkan ke PDAM. Direktur PDAM Tirta Warsai, Ahsan Jafar juga memberikan jawaban bahwa efek El Nino diakui sebagai penyebab terjadinya krisis air bersih yang terjadi dipusat sumber air seperti di Waesai dan sungai Batubessi.
“Kedua sumber air PDAM Barru yang selama ini menjadi andalan memang mengalami kekeringan. Meski begitu kami tidak pernah berhenti melakukan berbagai upaya untuk mencari sumber air alternatif dengan mencari sumur resapan air,” pungkas Ahsan.( Udi)





















