Minasanews.Com.Barru— Suami korban hanya mampu meratapi dua sosok jenazah yang terbaring kaku digubuk sempit miliknya yang berukuran 3 X 4 meter di dusun Panggalungan desa Bulo-bulo kecamatan Pujananting kabupaten Barru. Ia menuturkan kepada Kapolsek Pujananting AKP Sudarto yang mengantar kedua mayat Ibu dan putranya ke gubuknya bahwa sehari sebelum ditemukan tewas.
Istrinya sempat menyampaikan permintaan maaf kalau agak lama dikebun mencari tambahan makanan untuk kebutuhan rumah tangga. “Namun kata maaf itu ternyata menjadi isyarat terakhir sebelum kepergian istri saya bersama putra bungsuku untuk selama-lamanya,” ucap Kapolsek menirukan penuturan suami korban.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Barru AKP Salehuddin yang dihubungi, Jum’at(24/5/2024) menyatakan motif kasus bunuh diri dari Ibu rumah tangga bersama anaknya ini diduga karena beban ekonomi.
“Beban ekonomi ini mendera keluarga korban karena suami saja tidak bisa lagi mencari nafkah selama 20 tahun setelah diserang penyakit stroke. Sehingga Rina sebagai istri inilah yang selalu mencari nafkah dengan segala keterbatasan untuk memenuhi ekonomi rumah tangganya,” beber Kasat Reskrim.
Dijelaskan Kasat Reskrim bahwa setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Petugas Kepolisian hanya menemukan bekas jeratan tali pada leher kedua korban.
“Kita sudah berusaha melakukan proses outopsi. Tetapi pihak keluarga ketika itu menolak dan meminta supaya segera dikuburkan saja karena kondisi jenazah yang sudah mulai menimbulkan bau busuk,” ujar Salehuddin.
Sebelumnya Kapolsek Pujananting AKP Sudarto menceritakan bahwa almarhumah Rani sebagai Ibu rumah tangga yang juga ikut berjibaku mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya yang terhimpit masalah ekonomi.
“Rani ini memiliki empat buah hati. Putra bungsunya yang digantung dibawah pohon itu anak ke empat. Anak perempuan pertamanya sudah menikah dan tinggal juga di dusun Panggalungan. Sedangkan satu lagi anaknya terpaksa ikut tinggal bersama orang lain di daerah Kendari,” pungkasnya
Kondisi kehidupan ekonomi keluarga ini, lanjut Perwira berpangkat tiga balok ini mengisahkan kalau keadaan keluarga korban memang sangat memprihatinkan dan butuh uluran bantuan untuk mengurangi beban hidupnya.( Udi)





















