Minasanews.com,Luwu Utara- Beberapa bulan terakhir ini banjir melanda 5 Kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, banjir yang paling parah terjadi di Kecamatan Malangke Barat dan Kecamatan Baebunta selatan dimana dua Kecamatan ini memang selalu menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi di Kabupaten Luwu Utara.
Menyikapi masalah banjir yang sangat merugikan masyarakat dan tidak pernah ditangani secara serius oleh Pemerintah Luwu Utara selama 2 periode kepemimpinan Bupati Indah Putri Indriani Terkesan ada pembiaran menurut eks pengurus Badko HMI Sulselbar.
Mantan pengurus HMI BADKO SULSEL-BAR Shanun angkat bicara menyoal hal tersebut terbaru ia mengkritik persoalan banjir beberapa waktu lalu.
“Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati tidak mampu menangani banjir di Luwu Utara dengan serius tidak seperti dengan apa yg di janjikan waktu kampanye dulu dan terkesan ada pembiaran terhadap bantaran sungai yang mengakibatkan jebolnya tanggul di desa lembang-lembang sehingga ribuan rumah warga, ladang pertanian, perkebunan serta akses Jalan terendam air,”ucap Shanun.
Musibah banjir di Kabupaten Luwu Utara ini perlu tentu perhatian khusus dari pemerintah daerah karna setiap tahun pasti banjir sehingga perlu upaya untuk meminimalisir dampak dari banjir tersebut sehingga tidak terlalu menpengaruhi aktivitas kehidupan masyarakat yang ada di sekitar bantaran sungai.
“Musibah banjir yang terjadi dibiarkan seperti inikan fatal, contohnya tanggul yang ada di Desa Lembang-Lembang itu jebol dan tidak ada perhatian untuk dilakukan perbaikan artinya dimana peran pemerintah daerah disini sangat dibutuhkan jangan banyakpi korban baru turun ke lapangan,”pungkas Sahnun.
Ia berharap kedepan siapapub pemimpin atau bupati yang terpilih banjir harus menjadi visi prioritas bagaimana mencarikan solusi karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak apalagi masyarakat yang mayoritas mata pencariannya di sektor pertanian dan perkebunan dan semoga juga air cepat surut Luwu Utara pulih kembali.
“Kalau tidak mampu tangani banjir ini yah mundur saja dari jabatannya sebagai Bupati gitu aja kok repot tutup Sahnun,”tegas Shanun.





















