Minasanews.Com.Pangkep— Keterlambatan sejumlah proyek yang dikerjakan tahun anggaran 2024 bukan hanya dilingkup Dinas PUTR. Kini proyek molor juga dialami pihak RSUD Batara Siang lantaran dua kali dilakukan tender, namun gagal lelang karena rekanan yang mendaftar tak memenuhi syarat.
Panitia Lelang beralasan Pembangunan sarana Rumah Sakit di Pangkep telat rampung gegara proses tender dua kali dibuka, namun rekanan yang mendaftar tidak memenuhi syarat.
Imbas dari kegagalan dua kali proses tender ini mendorong Panitia Tender mengambil langkah dengan melakukan penunjukan langsung( PL) terhadap rekanan yang dinyatakan terverifikasi.
Kondisi ini kemudian memantik sorotan tajam dari Komisi II DPRD Pangkep dengan menggelar rapat dengar pendapat( RDP) dengan pihak Dinas Kesehatan dan Panitia Lelang.
Ketua Komisi II DPRD Pangkep, H.Luthfi Hanafi menyatakan ada dugaan kejanggalan di balik lelang proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep. Pihaknya menduga panitia lelang menggunakan proses penunjukan langsung( PL) dalam proses pelaksanaan proyek senilai Rp 5,4 milyar ini.
Di RSUD Batara Siang saat ini sedang berlangsung pembangunan sarana pelayanan kesehatan yang bersumber dari DAK sebesar Rp 5,4 miliar. Keempat proyek itu yakni ruang Clitotoxic, CT Scan ,Cathlab dan ruang NICU
“Kami dari Komsi II menduga ada persekongkolan. Apalagi dua kali proses lelang berakhir gagal sehingga diproses tender ketiga kalinya diduga ada penunjukan langsung ke rekanan tertentu,” ungkap Lutfi usai memimpin Rapat RDP bersama Dinas Kesehatan dan Panitia Lelang di kantor DPRD Pangkep, Rabu (15/1/2025).
Panitia lelang menggunakan mekanisme penunjukan langsung satu rekanan karena dua kali proses tender dilaksanakan, tetapi tak satu pun yang memenuhi syarat.
Mantan aktivis KNPI Sulsel, Luthfi, menilai proses lelang proyek ini sangat janggal jika pendaftaran lelang hanya diikuti satu perusahaan. “Ada kesan jika perusahaan yang mendaftar lelang diduga diarahkan,” ujar Luthfi.
Sementara itu Plt Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Pangkep, Sofyan yang berusaha dikonfirmasi tidak berhasil. Awalnya Hanphonenya tidak aktif dan pesan whatshap juga belum direspon.( Udi).





















