Minasanews.Com.Barru— Warga Dusun Lanrae Deso Nepo Kecamatan Mallusetasi belum bisa melupakan jembatan gantung yang putus akibat bencana arus kuat air sungai Lanrae. Bukan hanya jembatan putus yang menyebabkan warga kesal karena sampai sekarang tak kunjung dibangun Pihak Pemerintah.
Kekecewaan warga semakin berlipat setelah kembali mengingat bahwa pembangunan jembatan gantung ini sejatinya selesai dibangun kembali dipenghujung 2022. Namun memasuki awal Januari 2025 ini tak kunjung dibangun kembali, bahkan sarana penyeberangam ini seakan dibiarkan mangkrak. Padahal anggaran untuk membangun jembatan gantung ini berkisar Rp 2,9 milyar.
Mengapa Proyek pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Barru ini dibiarkan mangkrak dan mengapa pihak rekanan tidak melanjutkan pengerjaan proyek tersebut. Ada apa dengan proyek tersebut, kenapa rekanan kabur meninggalkan proyek ini
Padahal Jembatan gantung tersebut merupakan jalur penghubung antar Dusun Lanrae dengan Dusun Watang Nepo, Desa Nepo.
Proyek pembangunan jembatan gantung ini.semestinya sudah rampung di penghujung 2022 lalu, tepatnya harus rampung 31 Desember 2022.
Pembangunan jembatan gantung tersebut dikerjakan oleh CV Tujuh April selaku rekanan dengan nomor kontrak 38/Kontrak-BM/DPUTR-PKP/BR/XII/2022 dan CV Auliah Consultant selaku konsultan perencana dan pengawasan.
Pagu anggaran proyek pembangunan jembatan gantung tersebut senilai Rp 2,9 milyar yang bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan.
Salah seorang warga Mallusetasi Darman saat dihubungi, Kamis(1/1/2025) sangat menyangkan dan kecewa karena pembangunan jembatan tersebut sudah tiga tahun mangkrak. Selain ditinggal.pergi oleh rekanan, jembatan putus ini juga seolah luput dari perhatian. Apakah masalah jembatan ini ikut jadi perhatian aparat hukum( APH) daerah ini?.
“Karena dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, maka akan lebih mempersingkat jarak tempuh masyarakat jika hendak ke dusun di sebelah sana,” ujarnya.
Darman yang merasa kecewa dengan pihak Pemerintah yang seolah-olah membiarkan proyek ini mangkrak. Akhirnya sengaja meenyebar video saat jembatan ini roboh diterjang derasnya arus sungai sekadar untuk mengingatkan semua pihak sekaligus menagih kapan jembatan ini dibangun kembali. “Mengapa proyek jembatan bernilai fantastis ini luput dari perhatian aparat hukum,” beber Darman.

“Pembangunan jembatan ini sempat dikerjakan dan juga sudah ada papan proyeknya ketika itu, namun hingga saat ini pembangunannya belum juga terealisasi,” ungkapnya.
Apabila tidak ada jembatan ditempat itu. Warga harus memutar lebih jauh dengan jarak tempu sekitar 30 menit lebih untuk ke dusun di seberang sungai,” jelasnya.( Udi)





















