instagram youtube

RDP Dewan Bahas Kemiskinan Tanpa Dinsos Barru

Rusdi - Penulis Berita

Jumat, 17 Februari 2023 - 18:34 WIB

Minasanews.Com.Barru— Rapat Dengar Pendapat( RDP) menjadi tidak lengkap karena Dinas Sosial tidak hadir. Padahal agenda pembahasan, soal kemiskinan yang merupakan leading sektor Instansi tersebut. Ketidakhadiran perwakilan Dinsos, akhirnya RDP tidak membahas Program Keluarga Harapan( PKH).

Pembahasan RDP kemudian berlanjut ke penerima BLT saja. Beruntung dalam pertemuan ini ada salah satu OPD terkait yang menghadirkan perwakilannya yakni DPMD, PPKB, P3A

Instansi DPMD, PPKB dan P3A dinilai penting karena OPD ini memiliki basis data desa, sehingga ada urgensinya hadir untuk membahas Penerima Keluarga Manfaat( PKM).

Syamsu Rijal salah seorang dari anggota Komisi yang ikut dalam RDP mengaku tidak tahu menahu ketidakhadiran pihak Dinsos. Pihak Sekretariat Dewan sudah menghubungi Dinsos, kemungkinan ada agenda yang bersamaan.

Dalam RDP ini Syamsu Rizal mengajukan pertanyaan kepada pihak DPMD, P2KB dan P3A. Apakah pihak DPMD pernah menerima pelatihan untuk melakukan verifikasi dan validasi KPM.

Selain itu Syamsu Rijal kembali melanjutkan pertanyaan kepada pihak DPMD. Apa variabel yang digunakan untuk menentukan PKM. Apakah penerima BLT sudah tepat sasaran.

Ancu begitu sapaan akrab Syamsu Rijal, menilai penerima BLT terkesan ditunggangi seperti yang dialami daerah lain.Semoga hal ini tidak terjadi di Barru.

Rapat dengar pendapat( RDP) yang dipimpin Syamsuddin Muhiddin, menilai pendataan BLT kerap bermasalah karena ada pihak yang memberlakukan faktor like and dislike. “Padahal kita ingin validasi data kemiskinan benar-benar valid. Tetapi bagaimana bosa valid kalau bermuatan seperti itu,” ujar Syamsuddin.

Baca Juga :  Gabungan Komisi DPRD Barru Hadirkan Perbankan dan Bagian Ekonomi Bahas PP NO 4 Tahun 2007

Sementara itu perwakilan DPMD, P2KB, P3A melaporkan data keluarga penerima manfaat di Kabupaten Barru pada tahun 2023 sebanyak 11.400 KPM. Data inilah yang sekarang divalidasi.

Dari penjelasan lanjutan perwakilan DPMD terungkap bahwa ada 4 kriteria untuk penerima BLT yakni kehilangan mata pencaharian, berpenyakit kronis, lansia tunggal dan difabel

Menurut Syamsuddin kalau ke 4 kriteria itu yang menjadi parameter, maka tidak mungkin capai 50 persen penerima BLT

“Jika merujuk dari kriteria itu, maka sangat potensial terjadi spekulasi data. Hasil validasi DPMD masih akan kita RDP kan supaya masalah kemiskinan tidak menjadi lingkaran setan,” kata Syamsuddin.

“Kita berharap kemiskinan menurun itu sesuai kondisi dilapangan. Tetapi kalau kami jalan sebagai wakil rakyat baik dalam bentuk reses, kunker atau menemui langsung warga banyak menerima keluhan warga yang tidak terima BLT,” beber Wakil Partai Golkar ini

Apalagi kata Syamsuddin, ke depan penerima BLT akan turun 25 persen dari 40 persen penerima sebelumnya

Lebih lanjut dalam RDP ini. Syamsu Rizal meminta data pusat bukan menjadi data standar. Tetapi seharusnya data kemensos menjadi data pembanding. Sebagai contoh dari kriteria penerima orang yang kehilangan mata pencaharian. Tetapi dengan kondisi ini bisa saja hari ini kehilangan mata pencaharian. Lalu besok kembali bekerja.

Baca Juga :  Wakapolres Barru Tampung Nenek Terlantar Asal Bangka Belitung

“Maka kalau ada yang demikian seharusnya dicoret dari data penerima BLT karena akan menghalangi orang lain yang.semestinya berhak menerima BLT,” harap Syamsu Rijal.

Hari ini kita tidak bahas PKH karena Dinsos tidak hadir, kata Wakil PDIP ini. “Saat ini dewan menunggu validasi data yang dilakukan DPMD dan diharapkan hasil validasi datanya diserahkan ke dewan karena kita akan sinkronkan dengan data Instansi lain seperti Dinsos,” pungkasnya.

Sekretaris Dinsos Pemkab Barru, Wahyuddin Suyuti yang dihubungi secara terpisah menjelaskan ketidakhadiran pihak Dinsos karena tidak ada undangan.

“Terbukti kami tidak menerima disposisi atau perintah dari pimpinan untuk mengikuti RDP tersebut. Memang saya sempat dihubungi via telepon. Tetapi pihak Sekretariat Dewan mendadak meminta untuk hadir. Katanya tinggal Dinsos belum hadir sehingga saya bertanya acara apa dan dijawab dari pihak Sekwan bahwa pembahasan data kemiskinan,” kata Wahyu.

Wahyu menyatakan semestinya kalau ada RDP begini disampaikan lebih awal bukan dengan panggilan mendadak seperti ini karena kita mesti mempersiapkan data. Apalagi yang mau dibahas data tentang kemiskinan,” terangnya.( Udi)

Berita Terkait

Wakil Rakyat Barru Giat Bimtek Peningkatan Kapasitas
DPRD Barru Studi Ranperda Inisiatif di Wajo
DPRD Barru Sahkan Ranperda RTRW 2023-2042 Jadi Perda
Gabungan Komisi DPRD Barru dan BK Bahas Tatib dan Kode Etik Dewan
Legislator Barru Dua Malam ‘ Kejar Target’ Tuntaskan KUPA PPAS 2024
Bupati MYL Harap Bantuan ke Warga Tondong Tallasa Merata
Ketua DPRD Barru Pimpin Konsultasi Pasca Bencana di Kantor BPBD dan Bina Marga Sulsel
Rutan Kelas II B Barru Buka Layanan Silaturahmi Idhul Fitri Warga Binaan Bersama Keluarga

Berita Terkait

Senin, 6 November 2023 - 05:17 WIB

Legislator Barru Sambangi PT Semen Conch di Jakarta

Jumat, 19 Mei 2023 - 15:56 WIB

Dewan Minta PUTR Barru Rehabilitasi Jalan Rusak Doi-doi-Gattareng

Sabtu, 1 November 2025 - 13:41 WIB

DLH Siapkan TPA Bottolai Jadi TitiK RDF

Rabu, 12 Februari 2025 - 20:59 WIB

Pemkab Pangkep Alokasi Anggaran UMKM Rp 2 Milyar Setiap Tahun

Senin, 30 Oktober 2023 - 20:17 WIB

Dihadapan Bupati MYL, Kepala BPN Janji Selesaikan Sertifikat Tanah Redistribusi

Rabu, 1 Februari 2023 - 21:52 WIB

Pasien PKM Dievakuasi, Jalan Trans Sulawesi Terhambat Akibat Banjir Di Bojo Baru

Rabu, 3 Desember 2025 - 06:12 WIB

Kesbangpol Pangkep Sosialisasi Pendidikam Politik Kader Parpol

Jumat, 26 April 2024 - 05:08 WIB

Bunda PAUD Barru Sosialisasi dan Lokakarya Akreditasi PAUD-PNF 2024

Berita Terbaru

Daerah

Plh Sekda Tegaskan Pilkades Tidak Sekadar Pilih Cakades

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:10 WIB

Daerah

Pemkab Barru Tegas Tidak Ada Ruang Untuk Korupsi

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:07 WIB

Daerah

Pemkab Barru Tuan Rumah Pertemuan Tiga Wabup

Kamis, 16 Apr 2026 - 14:40 WIB

Dilarang Curi berita