instagram youtube

Tak Puas Usir Jemaah Salat Id, Kini Rapat Pengurus Muhammadiyah Diintimidasi

Rusdi - Penulis Berita

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:14 WIB

Minasanews.Com.Barru— Pengusiran Jemaah Muhammadiyah yang hendak melaksanakan salat Id di Masjid Nurul Tajdid, Jum’at(20/3/2026) ternyata belum reda. Kini kondisi terbaru giliran Pengurus Daerah Muhammadiyah(DPM) PD Aisyiah dan Angkatan Muda Muhammadiyah( AMM)bersama Panitia Masjid yang menggelar rapat dalam Masjid sendiri diintimidasi warga.

Mengapa masalah ini jadi runyam? Siapa sebenarnya dibalik munculnya kisruh tersebut dan bagaimana legal standing kepengurusan dan siapa pemilik dari Masjid ini. Serta apa pemicu sehingga terjadi insiden yang berujung pengusiran dan gangguan saat berlangsung rapat di Masjid itu.

Awalnya menurut Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Barru, H Ahmad Jamaluddin ada insiden terjadi di kawasan Masjid ini ketika warga mau melaksanakan salat Id. Tetapi tetiba dihalangi dan diusir oleh warga lain agar tidak menggelar salat Id. Ketika itu jamaah Muhammadiyah memilih pindah tempat salat di Pekkae dan Takkalasi demi menghindari bentrokan fisik.

Padahal kata Ahmad, Masjid itu milik Muhammadiyah. Hal ini didukung dengan kepemilikan dokumen sah secara legalitas.”Tetapi kami tidak tau kenapa ada pihak yang memprovokasi warga kemudian main usir agar jamaah Muhammadiyah tidak menggelar salat Id,” ujar Ahmad.

Ahmad menceritakan awal kisruh hingga terjadi insiden pengusiran. Sebelumnya kepengurusan Masjid Nurul Tajdid beberapa waktu lalu dalam keadaan baik-baik saja hingga kepemimpinan Suparmin. Tetapi setelah masuk jabatan ketua dipercayakan kepada Pak Suaib, yang saat itu memang agak berat menerima sebagai Ketua Panitia Masjid. Ia lalu menyerahkan jabatan Ketua itu kepada AK yang diketahui seorang pensiunan Pengadilan Agama.

Baca Juga :  Antisipasi Kesulitan Air Bersih di Musim Kemarau, Bupati MYL Bagikan Ribuan Tandon Air

AK inilah yang kerap menyebar informasi kepada warga sekitar bahwa Masjid Nurul Tajdid bukan milik Muhammadiyah. Warga yang percaya isu ini kemudian ikut-ikut terprovokasi mengusir jemaah yang hendak menggelar salat Id. Ironisnya ketika ada pengusiran. Aparat pemerintah setempat seolah tidak mampu menjadi mediator dan justru seolah merestui kita pindah dan mencari tempat untuk menggelar salat Id.

“Padahal pihak Muhammadiyah tidak mempersoalkan jika gelar salat Id dilaksanakan dua kali di Masjid tersebut. Jemaah Muhammadiyah salat Id dihari Jum’at dan warga yang mau menggelar salat Id hari Sabtu tidak ada masalah. Tetapi faktanya justru jamaah Muhammadiyah diusir,” terangnya.

Secara legalitas Masjid Nurul Tajdid ini memiliki dokumen sah jika lahan dan bangunannya milik Muhammadiyah. Bukti kepemilikan sangat lengkap. “Termasuk tanda tangan pihak keluarga yang telah menyerahkan lahan tersebut untuk dibangun Masjid Nurul Tajdid juga kita miliki sebagai dokumen sah secara hukum,” bebernya.

Insiden tidak berhenti sampai pada pengusiran jemaah salat Id. Kata Ahmad warga sekitar kembali terprovokasi melakukan pengepungan dan pengusiran lagi saat kita menggelar rapat Pengurus di Masjid itu. Insiden kedua ini sangat disayangkan kenapa bisa terjadi lagi.

Baca Juga :  Bupati Bersyukur Barru Maju Karena Ada Peran Pemprov Sulsel

“Pokoknya pihak Muhammadiyah akan terus mempertahankan jika aset Masjid ini tidak boleh diklaim oleh pihak AK yang seenaknya mengusir jemaah Muhammadiyah untuk beraktifitas di Masjid tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah( PWM) Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse yang dikonfirmasi Selasa(24/3/2026) mengaku sudah mengetahui adanya insiden di Barru.

Pihak Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Sulsel ini sangat menyayangkan peristiwa yang sampai ada pihak oknum tertentu melakukan pengusiran saat jemaah mau melaksanakan ibadah. “Perlakuan seperti ini bukan cara-cara orang beragama yang sampai melarang menggelar pelaksanaan ibadah,” ujar Prof Ambo Asse.

Jika ada pihak yang bertindak seperti ini, Kata Rektor UNISMUH Makassar tersebut. “Tidak boleh dibiarkan dan kita akan minta ke Pengurus Daerah Muhammadiyah( PDM) Barru untuk segera menempuh jalur hukum. Cara begini mesti diselesaikan secara hukum,” jelasnya.

Ditambahkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel terkait dengan insiden ini. “Pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah Barru sudah melaporkan secara lisan dan rencana hari ini Selasa, PDM Barru akan melapor secara resmi ke PWM Sulsel,” pungkasnya.( Udi)

Berita Terkait

Legislator Barru Kunker ke Wajo
Pasca Ambruk Diterjang Banjir, Ketua DPRD Barru Pantau Jembatan Pesse
Bupati Barru Sebut Kehadiran Warga di Malam Ketujuh Wafatnya Hasnah Syam Sebagai Obat Penawar Kesedihan
Serahkan KUA-PPAS, Suardi Target PAD 2024 Sebesar Ŕp 114 Milyar Lebih
Wabup Abustan Harap Zam-Zam Center Terpadu Harus Bersih
IKA SMP Negeri Mangkoso Gelar Reuni Akbar Pasca Idul Fitri
TJSL PT Semen Tonasa Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Desa Batara
Dua Komisi DPRD Barru Rekomendasi Pemerintah Kecamatan Terbitkan SPPT

Berita Terkait

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 14:50 WIB

Bupati MYL Bagi-bagi Bantuan ke Warga Tiga Desa di Tondong Tallasa

Kamis, 23 Februari 2023 - 10:41 WIB

Dirut PT Semen Tonasa Nilai Raihan 8 Penghargaan K3 Bukti Komitmen Perusahaan

Kamis, 11 Desember 2025 - 05:41 WIB

Barru Tercepat di Sulsel Rampungkan Koperasi Merah Putih

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:58 WIB

Hampir Pasti Enam Peserta Latpim Bakal Bersaing di Selter JPT

Rabu, 21 Mei 2025 - 19:36 WIB

Workshop Transformasi Energi 2025 PT Semen Tonasa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:43 WIB

Open House Setahun Sekolah Rakyat Barru, Wabup Abustan Bicara Pemutus Kemiskinan

Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:01 WIB

DPRD Pangkep Sahkan RPJMD 2025-2029

Sabtu, 9 Desember 2023 - 13:16 WIB

Dewan Analisis RTRW Kabupaten Barru

Berita Terbaru

Dilarang Curi berita