instagram youtube

Tim Peneliti UNHAS dan BRIN Temukan Makam Bernisan Aceh di Pangkep

Rusdi - Penulis Berita

Kamis, 29 Mei 2025 - 06:48 WIB

Minasanews.Com.Pangkep–Tim Peneliti Unhas dan BRIN yang tergabung dalam riset “ Penelusuran Toponimi Kuno Pesisir Sulawesi Selatan” kembali menemukan nisan Aceh di Pangkep. Nisan Aceh yang merupakan nisan istimewa Nusantara dan keberadaannya cukup langka di Sulawesi. Nisan Aceh di Pangkep ditemukan di Lembang yang digunakan pada makam Somba Labakkang bernama I La Upa Bagenda Ali Matinroe ri Sikkiri’na. Berdasarkan lontara La’bakkang, Periode hidup Bagenda Ali pada pertengahan abad ke-18.

Perjalanan penelusuran tim Toponimi Kuno Pesisir di Pangkep sudah berjalan sejak tanggal 17 Mei hingga beberapa hari ke depan. Penelitian ini berjalan atas kolaborasi UNHAS dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ketua Tim Peneliti Toponimi Kuno Pesisir Kabupaten di Pangkep, Prof. Muhlis Hadrawi mengatakan tujuan menelusuri Kabupaten Pangkep untuk meneliti toponimi kuno di wilayah Pesisir Barat Sulawesi Selatan Pangkep. Penelusuran ini sekaligus menemukan keberadaan nisan Aceh di Sulsel sebagai khazanah cagar budaya khususnya makam tua yang ada di Kabupaten Pangkep.

Salah satu potensi cagar budaya yang ditemukan Prof Muhlis Hadrawi dan tim adalah makam Nisan Aceh pada Nisan Somba Labakkang yang berada di Kampung Lembang, Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Makam ini sudah diisentifikasi oleh BPCB namun belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemda Pangkep.

“Perlu kami informasikan, bahwa hari ini kami berada di makam kompleks Somba Labakkang di Kampung Lembang dan kami menemukan Makam yang menggunakan Nisan Aceh tipe C yang merupakan makam dari Bagenda Ali Matinroe ri Sikkirina. Beliau adalah Somba Labakkang, “ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Dia menjelaskan, selama dalam perjalanan risetnya, ini adalah satu hal yang sangat menarik karena penemuan ini sebagai potensi menjadi Cagar budaya di Pangkep.

Baca Juga :  Barru Bersama Enam Kabupaten di Sulsel Terima Program Oplah Rp 41,4 Milyar

“Perlu diketahui bahan penggunaan nisan Aceh ini sangat langka di Sulawesi Selatan. Hanya orang-orang bangsawan tinggi dan kerajaan besar yg memilikinya. Seperti Kerajaan Gowa ada Sultan Alauddin, Sultan Hasanuddin, dan La Pareppa To Soppewali. Kemudian di Bone Ibunda La Patau Matanna Tikka yakni Mappolo Bombang dan ayahnyanya bernama La Pakokoe juga menggunakan Nisan Aceh, “ungkapnya.

Selain di Bone, timnya juga menemukan nisan Aceh di kompleks makam Raja Tallo. Raja Tallo dan permaisurinya juga memakai Nisan Aceh, Jeneponto, Maros Belang-belang begitupun yang ada di Pangkep hanya Somba Labakkang yang memilikinya.

” Yang jelasnya ini nisan sangat langka, sangat mahal dan hanya dimiliki oleh orang-orang bangsawan yang tinggi saja dan yang memiliki pengaruh yang sangat kuat, “jelasnya.

Sementara itu, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Makmur menambahkan, jika makam yang digunakan Somba Labakkang adalah nisan tipe C yang hanya digunakan para bangsawan tinggi pada saat awal-awal memeluk agama islam.

“Bukan hanya tipe C, tipe A, tipe K tapi ini memiliki nilai penting, misal dalam posisi politik dan ini sangat penting di masa lampau karena terbukti menggunakan nisan Aceh langka ini, ” ujarnya.

Dia menyebut, apa yang ditemukan tim sebagai bukti arkeologi Cagar budaya di Pangkep.

“Saya pikir itu bisa kita lihat sebagai bukti arkeologi hari ini, bagaimana penggunaan nidan Aceh terhadap makam Somba Labakkang, ” jelasnya.

Baca Juga :  Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bupati Barru Diterima Dewan Untuk Dibahas

Dosen Arkeologi Unhas sekaligus peneliti dari BRIN, Dr Hasanuddin juga membenarkan kalau tipe C pada Makam Somba Labakkang sangat langka.

Dia menguraikan bagaimana hubungan Aceh dan Sulawesi di masa lampau.

“Tipe Nisan C seperti ini sudah ada pada abad ke 17 dan ini sekaligus memberikan bukti kepada kita, bahwa ada hubungan antara Aceh dan Sulawesi, ” jelasnya.

Dia menambahkan, hubungan itu dapat dilihat kembali dalam pedagang, penyebaran dan penyiaran agama di Sulawesi Selatan.

“Nisan seperti ini sangat spesifik dan tidak semua Raja atau penguasa di Sulsel itu dihadiahkan dengan nisan seperti ini. Artinya, ketika kita bisa menemukan nisan seperti ini kita bisa menafsirkan dan memberikan keterangan bahwa, itu memiliki kharisma dari segi keagamaan. Mungkin, beliau Somba Labakkang juga salah satu pelopor masuknya gama islam ke daerah ini, “jelasnya.

Dia melanjutkan, hal lain yang dapat dilihat dari segi kharisma hubungan genologi.

“Contohnya Arung Palakka itu, hanya Ibu dan Ayahnya saja yang dihadiahkan nisan seperti ini dan memang nisan ini terbatas persebarannya. Hal itu pula yang menandakan bahwa intensitas peradagangan, hubungan antara Sulawesi dan Aceh itu sudah mulai berkembang sejak abad ke 17,”jelasnya.

Hasanuddin menambahkan, hal itu menjadi cerminan juga kepada Aceh sejak dulu sudah melakukan kunjungan, lalu diperkuat dengan tradisi dan budaya yang sama serta kepentingan perdagangan dan ditambah lagi dengan kepentingan syiar agama dari Aceh, “jelasnya.( Udi)

Berita Terkait

Gencar Razia Bali, Polres Barru Amankan Puluhan Ranmor
Legislator Barru Mulai Reses Masa Sidang ke III
Tiga Camat di Barru Incar Jabatan Eselon II B
Dua Tim Pansus DPRD Barru Sepakat Gelar Kunker di Dua Lokasi Provinsi Berbeda
Plt Ketua TP PKK Barru drg Ulfa Sebut Harga GPM Lebih Murah dan Berkualitas
Sekda Pangkep Nilai MPP Masih Diperhadapkan Sejumlah Tantangan
Pembina Ikawati Kementerian ATR/BPN Apresiasi UMKM Binaan Semen Tonasa
Pengurus Srikandi PP Barru Bertabur Pejabat

Berita Terkait

Senin, 20 Februari 2023 - 14:25 WIB

Jangan Sampai Tiga Kali, Lagu Andalan Kadis Perpustakaan Diajang Lomba Karaoke HUT Barru

Sabtu, 27 April 2024 - 20:11 WIB

Paripurna Dewan Kritisi LKPJ, Gegara PAD OPD Tidak Maksimal

Senin, 26 Februari 2024 - 13:20 WIB

Bupati MYL Harap Pelaku UMKM Kurangi Angka Pengangguran

Jumat, 22 November 2024 - 09:00 WIB

Lima Tugas Bamus DPRD Barru Dipimpin Syamsuddin Muhiddin

Sabtu, 22 Maret 2025 - 07:19 WIB

Antisipasi Arus Mudik, Satlantas Polres Barru Gandeng BBPJN Tambal Jalan Berlubang

Jumat, 17 Januari 2025 - 21:10 WIB

Abaikan Penolakan, Group Alfamart Siap-siap Masuk Barru

Senin, 15 Desember 2025 - 20:41 WIB

Wabup Soroti Kerja Bidang Kesehatan Hanya Intens Waktu Tertentu

Senin, 18 Maret 2024 - 14:08 WIB

Wakil Ketua I DPRD Barru H Kamil Ruddin Gelar Reses Masa Sidang ke II

Berita Terbaru

Nasional

Barru Tampil Paparkan Harga Cabe Rawit di Rakor Mendagri

Senin, 9 Mar 2026 - 21:46 WIB

Dilarang Curi berita