Minasanews.com,Pangkep- PT Semen Tonasa terus memperkuat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pelaksanaan Simulasi Tanggap Darurat Kecelakaan Kerja yang digelar di area Preheater Unit Tonasa 5, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan kesiapan sistem tanggap darurat, meningkatkan kemampuan personel, serta memperkuat sinergi antarunit saat menghadapi kondisi kedaruratan di lingkungan operasional.
Simulasi diawali dengan skenario terjadinya kecelakaan kerja yang melibatkan seorang pekerja di area preheater. Setelah laporan insiden diterima, Tim Tanggap Darurat segera mengaktifkan prosedur penanganan sesuai standar operasional, mulai dari mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, hingga berkoordinasi dengan tim medis agar proses penanganan dapat berlangsung secara cepat, tepat, aman, dan efektif.
Selain menguji kecepatan respons personel, simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas komunikasi, koordinasi lintas fungsi, serta kesiapan fasilitas dan peralatan pendukung dalam menghadapi situasi darurat secara terpadu.
GM of Production Planning & Control PT Semen Tonasa, Yosi Reapradana, menegaskan bahwa simulasi tanggap darurat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun budaya keselamatan yang harus diterapkan oleh seluruh insan perusahaan maupun mitra kerja.
Yosi Reapradana, yang juga menjabat sebagai Komandan Tanggap Darurat PT Semen Tonasa, mengatakan, “Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan. Kepedulian terhadap aspek safety merupakan kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Budaya K3 hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kesadaran, kepedulian, dan disiplin dalam menerapkan prosedur keselamatan di setiap aktivitas kerja.”
Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, turut menegaskan bahwa simulasi tanggap darurat memiliki peran strategis dalam memastikan kesiapan perusahaan menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
“Kita perlu memastikan bahwa seluruh sistem, prosedur, fasilitas, dan personel benar-benar siap ketika menghadapi kondisi darurat. Melalui simulasi ini, kita dapat mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu dievaluasi sekaligus melakukan penyempurnaan agar respons perusahaan semakin cepat, tepat, dan efektif,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan merespons kondisi darurat secara profesional menjadi salah satu faktor penting dalam melindungi keselamatan pekerja, meminimalkan risiko operasional, sekaligus menjaga keberlangsungan proses produksi perusahaan.
“Ke depan kita harus semakin tanggap, semakin sigap, dan terus memperkuat budaya K3 sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan. Dengan komitmen tersebut, PT Semen Tonasa akan terus tumbuh menjadi perusahaan yang unggul, berdaya saing, serta senantiasa mengedepankan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional,” tutupnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Operasi PT Semen Tonasa Mochamad Alfin Zaini bersama jajaran Band 1 PT Semen Tonasa. Simulasi juga melibatkan Tim STMC PT Semen Tonasa, Tim Security, serta para pekerja dan mitra kerja (vendor) yang beraktivitas di Unit Tonasa 5 sebagai bagian dari penguatan koordinasi dalam penanganan kondisi darurat.
Melalui pelaksanaan simulasi ini, PT Semen Tonasa kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya K3 yang kuat dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, menciptakan operasional yang aman, andal, dan efisien, serta mendukung terwujudnya industri semen yang semakin unggul dan berdaya saing. Budaya K3 pun tidak hanya dipandang sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi nilai utama yang melekat dalam setiap proses bisnis perusahaan.





















