Minasanews.com,Makassar – Dalam Partisipasi Politik, Perempuan di tema “Perempuan Makassar Butuh Apa? Wacana Kritis Menjelang Tahun Politik 2024”.
Dialog ini dihadiri langsung oleh narasumber drg. A. Rachmatika Dewi (Anggota DPRD Provinsi Sulsel), Endang Sari (Komisioner KPU Makassar), Dewi Hastuti (Sekretaris MD Forhati Sulsel) dan Kapolrestabes Makassar yang dilaksanakan di Grand Maleo Hotel, Sabtu 30/9/23).
Ketika dukungan untuk berpartisipasi dalam politik, ini mencakup keterwakilan yang lebih baik di lembaga-lembaga politik dan peluang untuk terlibat dalam pembuatan kebijakan.
Pendidikan dan Kesetaraan dalam upaya meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat, untuk mencapai kesetaraan keterwakilan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Perempuan harus terlibat secara aktif dalam pembuatan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka, termasuk dalam proses politik dan pengambilan kebijakan.
Penting untuk memberikan pendidikan politik kepada perempuan sehingga mereka dapat lebih memahami peran mereka dalam politik dan berkontribusi secara positif dalam proses demokrasi. Hal ini akan membuat Perempuan Makassar memiliki akses yang lebih baik ke lapangan kerja, pelatihan keterampilan, sampai dukungan untuk pengembangan usaha kecil dan menengah. Hal ini juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.
Serta aspek kesehatan, termasuk akses ke layanan kesehatan reproduksi dan perlindungan terhadap kekerasan gender yang sering kali menjadi isu serius di Makassar.
“Dialog seperti ini penting untuk memahami berbagai perspektif dan membangun konsensus dalam rangka mencapai kemajuan dalam isu-isu yang relevan bagi perempuan di Makassar,”Tegas Eka Ketua Kohati HMI Cabang Makassar.
Dalam esimpulan ini Eka menggarisbawahi pentingnya mendengarkan aspirasi perempuan dan memberikan dukungan yang lebih baik dalam upaya memastikan kesetaraan gender dan peningkatan kualitas hidup mereka di Makassar, terutama menjelang tahun politik 2024.





















