instagram youtube

dokter Ulfah Sebut Transisi PAU-SD Proses Pindah Peran Anak

Rusdi - Penulis Berita

Minggu, 4 Agustus 2024 - 07:41 WIB

Minasanews.Com. Barru—Plt. Bunda PAUD drg. Hj. Ulfah Nurul Huda Suardi, MARS didaulat sebagai pemateri dalam Workshop Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di Pusat Kegiatan Guru (PKG) Mallawa Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru, Kamis (25/7/2024)

dokter Ulfah yang juga Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Barru dalam paparannya menjelaskan, transisi PAUD-SD adalah proses dimana anak berpindah dari perannya sebagai Peserta Didik PAUD menjadi Peserta Didik SD.

Menurutnya, transisi yang efektif adalah saat anak-anak kita tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian sebagai akibat dari perpindahannya sehingga transisi PAUD ke SD bisa diterima dan menyenangkan bagi anak didik kita.

Untuk itu kata dokter Ulfah, tugas Dinas Pendidikan adalah melakukan kolaborasi dengan Pokja Bunda PAUD untuk melakukan sosialisasi kepada satuan PAUD dan SD kelas awal untuk dapat menerapkan tiga target perubahan seperti yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Barru.

Dikatakan, tugas satuan pendidikan adalah dapat berbagi praktik baik implementasi dalam bentuk bukti karya sebagai bentuk pengimbasan dan mempermudah satuan pendidikan lain yang juga ingin mendampingi peserta didik dengan lebih baik.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru H. A. Adnan Azis, S. STP. M. Si yang membuka secara langsung workshop tersebut mengatakan, masa transisi dari PAUD ke SD merupakan masa krusial bagi anak-anak pada masa ini, dimana mereka mengalami banyak perubahan baik secara fisik, mental maupun sosial.

“ Penting bagi kita untuk memberikan dukungan dan pendampingan yang optimal agar mereka dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah yang baru, ” kata A. Adnan.

Disebutkan, ada tiga target yang ingin dicapai pada kegiatan tersebut, yaitu menghilangkan Calistung dari proses penerimaan peserta didik baru di SD, kemudian menerapkan masa pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik atau MPLS selama dua minggu pertama di PAUD dan SD, serta menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan pondasi anak di PAUD dan SD.

Lebih lanjut, Andi Adnan mengurai ke enam kemampuan ini yakni, yang pertama adalah mengenal nilai agama dan budi pekerti, kemudian yang kedua keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi, yang ketiga kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar, yang keempat kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan pelajar, yang kelima pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri dan yang keenam pemaknaan belajar adalah suatu hal yang menyenangkan dan positif.( Udi)

Baca Juga :  YKST Lepas 421 Lulusan, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter

Berita Terkait

Bupati MYL Apresiasi Hasil LKTI Pelajar Mirip Karya Pejabat ASN
Persatuan Syiar Islam Tonasa Hadirkan Dai Kondang Asal Sulsel di Tabliq Akbar
TJSL PT Semen Tonasa Bantu Kelompok Disabilitas Dalam Pengambangan Usaha
Plh Sekda Harap ITBA Jadi Motor Penggerak Kemajuan Barru
Dukung Program Prabowo, Kapolres Barru Sambangi Sekolah Rakyat
Gelar LDK, OSIS Sekolah Rakyat Barru Siapkan Pemimpin Masa Depan
FH Unhas Rintis Kerjasama dengan FH UNG
Semen Tonasa Terima Kunjungan Mahasiswa Empat Universitas Ternama di Indonesia