Minasanews.Com.Barru— Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama keluarga menunaikan salat Idhul Fitri di Masjid Agung Nurul Imam, 1 Syawal 1446 Hijriyah bertepatan Senin(31/3/2015). Salat Id juga ini dihadiri Wabup Abustan dan keluarga. Selain itu, moment hari yang fitri dihadiri unsur Forkopimda, Pj Sekda dan para kepala OPD dilingkup Pemkab Barru.
Sebelum Khatib dipersilahkan membawakan khutbah, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memberikan sambutan dihadapan jamaah Idhul Fitri di Masjid Agung.
Andi Ina menyatakan, esensi Idul Fitri mengembalikan kita kepada kesucian hati, harta dan jiwa. Idul fitri semestinya memberikan kekuatan kepada kita setelah melewati ketaqwaan, kesabaran, ketaatan.
“Zakat yang sudah diserahkan diharapkan dapat membebaskan masyaarakat disekeliling kita dari kemelaratan dan kemiskinan,” ujar Andi Ina
Sementara itu, Khatib Prof Hafid Abbas menjelaskan Surah Al Azhar yang melatih manusia yang Sengngereng. Dalam salah satu surah Al Qur’an ini memberikan garis besar betapa penting nya manusia bersabar dan bersyukur
Selain itu, Mantan Anggota Komnas HAM ini menyentil penegakan hukum Indonesia yang sangat rapuh. “Dimata PBB memberi nilai penegakan hukum dinegeri ini hanya 0,5 persen. Guru besar ini mencontohkan kasus pengoplosan Pertamax yang berkasus di Pertamina yang merugikan negara hingga ratusan triliun dan setara dengan 1/3 dari nilai APBN,” urai Prof Hafid Abbas.
Guru Besar FIP Universitas Negeri Jakarta( UNJ) mencontohkan Warga Jepang menerapkan ahklak seperti orang Islam. Meski bukan beragama Islam, tetapi kehidupannya lebih Islamik dari kaum muslim.
Kemajuan negara secara geografis juga dicontohkan Prof Hafid, “ada negara yang luasnya sangat kecil dan lebih sempit dari kabupaten Barru. Sebut saja seperti Singapura dan Malta. Tetapi kesejahteraan masyarakat kedua negeri ini sangat tinggi,” jelasnya.( Udi)





















