instagram youtube

Komisi 2 DPRD Barru Minta Perda Perseroda Direvisi dan PDAM Dievaluasi

Rusdi - Penulis Berita

Jumat, 7 April 2023 - 14:31 WIB

Minasanews.Com.Barru— Berbagai resume menjadi perhatian Komisi 2 DPRD Barru dari hasil pembahasan LKPJ Bupati 2022 pada sesi hari ketiga yang digelar Kamis(6/4) di ruang Komisi bersama sejumlah OPD dan Perusahaan bentukan Pemkab Barru.

Mulai dari soal izin tambang yang selama ini menjadi kewenangan pihak Pemprov Sulsel, kemudian Perseroda Pelabuhan yang minim kewenangan karena adanya kekuasaan lebih luas dari Pelindo serta urgensi dari evaluasi PDAM Tirta Waesai.

Dalam kesimpulan Komisi 2 yang dipimpin Sekretaris Komisi, Syamsu Rijal saat dikonfirmasi Jum’at(7/4) menyatakan bahwa diantara sekian pembahasan realisasi anggaran OPD dan Perusahaan daerah.

Paling urgen untuk direvisi yakni Perda tentang Perseroda karena selama ini Perseroda di Pelabuhan Garongkong masih sangat minim potensi pendapatan yang dikelolah. Saat ini pasca enam bulan efektif beroperasi. Perseroda Pelabuhan Garongkong baru mengelolah penjualan air bersih dan pemanfaatan jalan.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Barru Raker Bersama Pemkab, Ini Yang Dibahas

“Maka dari kondisi ini, Komisi 2 menilai urgen dilakukan revisi terhadap Perda Perseroda. Begitu pula dengan PDAM yang selama ini memiliki pendapatan besar dalam setahun dengan nilai Rp 11 milyar. Dari nilai itu kita akan evaluasi PDAM. Apakah sesuai dengan kinerja, pelayanan, operasional hingga pendapatan,” ucap Syamsu Rijal.

Bukan hanya soal Perseroda dan kinerja PDAM Tirta Waesai yang dibeberkan Wakil PDIP di DPRD Barru ini. Permasalahan tambang juga yang kerap dipersoalkan masyarakat karena terkait izin penambang hingga dampak lingkungan yang kerap disoroti warga.

Baca Juga :  Gabungan Komisi DPRD Barru Rintis Jaringan Investasi dan Kepelabuhanan Antara Barru-IKN

Dia mencontohkan keberadaan tambang yang dihubung-hubungkan dengan lokasi banjir yang sering melanda wilayah Kelurahan Bojo Baru di Kecamatan Mallusetasi.

Menurut Syamsu Rijal pihaknya sudah berkoordinasi kepada Instansi terkait mulai tingkat kabupaten, Provinsi sampai ke Pemerintah Pusat terkhusus ke Direktur Minerba.

“Kesimpulannya secara regulasi OPD DLH ditingkat Kabupaten memiliki keterbatasan kewenangan dalam hal izin tambang karena merupakan kewenangan Pemprov Sulsel. Meski begitu izin tambang ini juga menjadi rahasia umum bahwa penambang juga sebelum mengurua izin di Pemprov harus mengantongi rekomendasi Bupati,” bebernya.( Udi)

Berita Terkait

Ketua DPRD Barru Pakaian Adat Hadiri HUT Sulsel
Bupati Andi Ina Jajal Rute Bhayangkara Off Road Merdeka 2026
Bupati MYL Motivasi Warga Barabatu Tingkatkan Amaliah Ramadhan
Pola Tanam Petani Butuh Kolaborasi Antara Kondisi Cuaca dan Tradisi Mappalili
Ketua TP PKK Pangkep Sasar SLB dan Panti Asuhan Bagikan Sembako
Sambut Bhayangkara Off Road 2026, Pemkab Barru Siapkan Jalur dan Camping Ground
Wabup Barru Optimis Tiga Program Latih Kemandirian Masyarakat Miskin
PT Semen Tonasa Terima Prestasi dari Kementerian ESDM

Berita Terkait

Jumat, 22 November 2024 - 06:02 WIB

Empat Ranperda Inisiatif Dibahas DPRD Barru

Jumat, 12 April 2024 - 16:13 WIB

Bupati MYL Safari Jum’at dan Berbagi Bantuan di Masjid Nurul Yaqin Desa Pitue

Kamis, 27 Juni 2024 - 11:22 WIB

Laskar Sasak Ucapkan Selamat kepada Mayjen TNI Hasanaudin Sebagai Pj Gubernur NTB dan Apresiasi ke Drs. H. Lalu Gita Ariadi

Kamis, 9 Januari 2025 - 20:34 WIB

Kapolda Sulsel Apresiasi Polres Barru Selesaikan 70 Persen Kasus 2024

Selasa, 22 April 2025 - 07:24 WIB

Anggota DPRD Barru Sharing Tiga Hal Bersama Dispthbun Sulsel

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:28 WIB

Pantau MPLS Hari Kedua, Bupati Andi Ina Bakar Semangat Siswa Baru

Rabu, 5 Juli 2023 - 21:51 WIB

Rutan Kelas II B Barru Komitmen Bersih Dari Handphone dan Narkoba

Sabtu, 23 November 2024 - 08:40 WIB

DPRD Barru Gelar Rapat Paripurna Penetapan Renja Dewan 2025

Berita Terbaru