Minasanews.Com.Barru— Nasib naas menimpa seorang nenek penyandang disabilitas yang akrab disapa dengan panggilan Ma Empeng. Ia menjadi korban pembunuhan,Minggu(15/6/2025) setelah dihantam sebatang bambu oleh AS(21) seorang remaja yang ditengarai sebagai penderita gangguan jiwa.
Awalnya Perempuan yang diduga mengidap gangguan jiwa ini memegang potongan bambu dan berusaha memukul apa saja yang ada didekatnya. Pertama yang nyaris jadi sasaran pemukulan sebuah mobil yang melintas di jalan dikawasan lingkungan Limpomajang kelurahan Sumpang Binangae kecamatan Barru.
Pengendara yang saat itu mengetahui akan kena pukulan bambu, langsung berbalik arah. Tetapi ketika itu secara bersamaan ada seorang nenek yang belakangan diketahui bernama Ma Empeng muncul berjalan dan tidak disangka juga, justru menjadi korban pemukulan hingga dinyatakan meninggal dunia.
Usai pelaku melakukan aksinya dengan menghantam korban hingga tersungkur. Ternyata Kapolsek Tanete Rilau Iptu Yusran melintas dijalan tempat kejadian perkara setelah mengikuti sebuah hajatan di lingkungan Lembae.
Semula Kapolsek Tanete Rilau memperkirakan dari jarak jauh ada peristiwa lakalantas. Namun setelah mendekat, ternyata ada seorang nenek terkapar ditengah jalan dalam keadaan tak berdaya. Walaupun dalam kondisi masih sadar, ia berusaha dievakuasi ke Rumah Sakit.
Namun hanya dalam beberapa waktu, Ma Empeng dinyatakan meninggal dunia. Dari penuturan perwira ini terungkap jika dirinya pertama berusaha mengamankan pelaku. Ketika itu dirinya agak kesulitan menghadapi pelaku karena perempuan itu masih tampak beringas dan sangat bertenaga.
“Saya sempat dapat tendangan dari pelaku. Untung terduga ODJG ini berhasil kami ringkus dengan cara mengikat kedua tangan dan kakinya supaya tidak melakukan aksinya lagi,” ujar Yusran.
Yusran menyayangkan warga sekitar karena tidak ada yang berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Padahal kondisi Ma Empeng sudah tidak berdaya akibat hantaman sepotong bambu
Kasi Humas Polres Barru Iptu Zulfakar yang dikonfirmasi, Selasa(17/6/2025) membenarkan adanya peristiwa pembunuhan yang menewaskan seorang nenek yang diperkirakan berumur 80 tahun ini.
“Pelakunya diduga mengalami gangguan jiwa. Saat kejadian sudah diamankan dan dibawa ke RSKJ di Makassar dan saat berusaha dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Perempuan ini masih terus memberontak sehingga dengan sangat terpaksa diikat tangannya karena mengamuk dan bisa lagi membahayakan orang disekitarnya,” ucap Zulfakar.( Udi)





















