Minasanews.Com.Barru— Kades Galung Jumardin dikenal sering tampil beda dari kades lainnya di Kabupaten Barru. Penampilan gaya rambutnya yang gondrong menjadi satu-satunya Kades dengan ciri khas berpenampilan rambut gondrong di Kabupaten Barru.
Bahkan di Sulsel kata Jumardin, saat ini hanya tiga kades yang mempertahankan gaya rambut gondrongnya. Dua kades lainnya memimpin pucuk jabatan kepala desa disalah satu Kabupaten di wilayah Luwu Raya.
Jika sebelumnnya Jumardin sebagai kades heboh karena tampilan gaya rambutnya. Kini Jumardin membuat heboh lagi publik kabupaten Barru karena rela akan meninggalkan jabatannya sebagai kades jika benar-benar maju dipentas Pilkada.
Meski banyak pihak yang menilai Jumardin memilih jalur ‘nekat’ jika tetap mau maju dipilkada karena mengincar kursi calon Bupati dipilkada Barru 2024. Bahkan tidak sedikit ada yang mengklaim jika Jumardin hanya sekadar cari sensasi dipilkada.
Tetapi semua penilaian banyak pihak terbantahkan setelah Jumardin memberikan keterangan kepada media Minasanews.Com, Kamis(25/4/2024) saat ditemui di Kantor DPRD Barru.
Jumardin secara terbuka menyatakan keseriusannya akan maju dipilkada Barru 2024. “Saya satu-satunya bakal calon Bupati Barru yang serius mau maju dan saya sudah buktikan karena telah menjadi pendaftar pertama di DPC PDIP Barru,” ujarnya
“Mana ada bakal calon Bupati Barru yang lain yang sudah mendaftar. Selain saya yang sudah buktikan jika benar-benar akan maju dipilkada. Biarkan sebagian orang masih ragu dengan langkah yang saya akan lakukan dipilkada 2024,” ucap Jumardin.
Dijelaskan Jumardin jika dirinya, sudah haqqul yakin akan maju dipemilihan calon bupati Barru. Setelah daftar di PDIP, saya akan menyusul mendaftar di partai Demokrat, PPP, PKB dan PKS.
Sebelumnya banyak pihak meragukan keseriusan Jumardin akan maju sebagai bakal calon Bupati. Apalagi sosoknya yang terkesan belum populer jelang pilkada karena tidak satu pun baliho yang dipasang seperti bakal calon bupati Barru lainnya.
Justru kata Jumardin bakal calon bupati lain yang sibuk sebar baliho itu menjadi isyarat jika sosoknya belum populer karena baru melakukan sosialisasi ke masyarakat, sehingga ramai sebar baliho.
“Justru saya ini merasa lebih populer tanpa baliho karena kita punya strategi lain dalam meraih popularitas. Mantan politisi yang pernah berkiprah selama 16 tahun bersama PDIP Barru ini mengaku memiliki follower ditiktok sebanyak 19.000 ribu warga. Jadi saya ini seorang kades yang akrab juga dengan dunia tiktok,” ucap Jumardin penuh semangat.
Lagi-lagi Jumardin saat diwawancarai menyatakan dirinya sangat respek dengan gaya kepemimpinan Presiden Soekarno. “Ada falsafah Soekarno ‘Bermimpilah setinggi langit dan apabila anda jatuh anda akan berada diantara bintang2. Karena mimpi itu gratis maka ambil yang mahal seperti keinginan mau jadi Bupati bukan urusan murah,” pungkasnya.( Udi)!





















