Minasanews.com,Pangkep- PT Semen Tonasa kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik industri berkelanjutan melalui dukungan pada proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Komitmen tersebut ditunjukkan saat perusahaan menerima kunjungan Tim Asesor UNESCO Global Geopark di kawasan operasional perusahaan, Kamis (30/7).
Dalam kunjungan tersebut, Tim Asesor yang dipimpin Soojae Lee dari Korea Selatan bersama Xiaoping Qiu dari Tiongkok meninjau Taman Kehati dan Geosite Bulu Sipong. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari penilaian terhadap pengelolaan kawasan konservasi, pelestarian keanekaragaman hayati, serta perlindungan warisan budaya yang berada di area operasional PT Semen Tonasa.
Kehadiran tim asesor disambut Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, bersama jajaran manajemen perusahaan, perwakilan pemerintah, serta sejumlah pemerhati lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Mochamad Alfin Zaini menegaskan bahwa keberlanjutan telah menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan aktivitas perusahaan. Menurutnya, tanggung jawab perusahaan tidak hanya berfokus pada pencapaian bisnis, tetapi juga mencakup upaya menjaga keseimbangan antara kegiatan industri, kelestarian lingkungan, dan perlindungan warisan budaya.
Ia menjelaskan, kawasan Karst Bulu Sipong memiliki arti penting bagi dunia karena di dalamnya terdapat Gua Bulu Sipong yang menyimpan salah satu temuan seni cadas figuratif tertua di dunia. Nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan peradaban yang terkandung di dalam kawasan tersebut menjadi alasan kuat untuk terus menjaga kelestariannya melalui kolaborasi berbagai pihak.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di bentang alam karst Maros-Pangkep, PT Semen Tonasa terus mengembangkan tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab. Berbagai rekomendasi dari Council on Ethics – The Norwegian Government Pension Fund Global, kajian para ahli arkeologi independen, hingga masukan dari UNESCO dan para pemangku kepentingan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan perusahaan dalam mendukung keberlanjutan.
Implementasi komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pengelolaan kawasan konservasi, pengembangan Program Keanekaragaman Hayati melalui Taman Kehati, dukungan terhadap pelestarian Geosite Bulu Sipong, serta peningkatan sinergi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pihak lainnya.
Selain menjaga kelestarian kawasan, perusahaan juga meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi vandalisme yang dapat mengancam keaslian situs budaya.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pengamanan kawasan yang diiringi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya sebagai aset bersama.
Menutup sambutannya, Mochamad Alfin Zaini menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan industri merupakan dua hal yang saling mendukung.
“PT Semen Tonasa percaya bahwa pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan industri bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui tata kelola perusahaan yang baik, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek konservasi, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Sustainability Roadmap PT Semen Tonasa,” tutupnya.





















