Minasanews.Com.Barru— Pemkab Barru dibawah kepemipinan And Ina Kartika Sari-Abustan langsung merespon program pemerintah Pusat dalam pengembangan dan memajukan sektor pendidikan. Khususnya pembangunan Sekolah Rakyat, disikapi Pemkab Barru dengan menyiapkan lahan.
Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Barru akan memakai anggaran sekitar Rp 80 milyar. Sekolah Rakyat dengan model Boarding School ini merupakan upaya Pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak yang kurang mampu.
Fakta keseriusan Pemeritah untuk membangun Sekolah Rakyat ditunjukkan saat kunjungan kerja Sekjen Kemensos di Barru.Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, bersama Wakil Bupati Abustan AB, menyambut kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, di SMP Negeri 8 Barru, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/6/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program perintisan dan pendirian Sekolah Rakyat berbasis asrama, yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Saat tiba di lokasi, Sekjen Kemensos disambut secara adat melalui tari Padduppa oleh siswa-siswi SMPN 8 Barru.
Bupati Barru Andi Ina Kartk Sari menyampaikan kesiapan pemerintah daerah mendukung penuh program nasional tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan Kementerian Sosial. Kami berharap implementasi Sekolah Rakyat dapat dimulai pada tahun ajaran 2025. Lokasi telah kami siapkan, dan kami juga siap mendukung melalui APBD,” ujar Andi Ina.
Ia juga menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Barru saat ini mencapai 31,1%, dengan kemiskinan ekstrem sebesar 0,02%. Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka tersebut.
Sebagai bentuk dukungan, mantan Bupati Barru periode 2005–2015, H. A. Muh. Rum, menyerahkan lahan pribadi seluas 6 hektar di Desa Harapan untuk pembangunan sekolah.
“Tanah ini milik saya dan sebelumnya direncanakan untuk keperluan lain. Namun jika untuk sekolah, saya akan lepaskan. Semoga sekolah ini segera terwujud,” ujar H. A. Rum di hadapan Sekjen Kemensos.
Sementara itu, Sekjen Kemensos Robben Rico menjelaskan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp80 miliar setiap tahun untuk program sosial di Kabupaten Barru. Ia juga memutar pesan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang menyatakan komitmennya membangun sekolah berasrama bagi siswa kurang mampu.
“Sekolah Rakyat bukan hanya milik Kementerian Sosial, tapi milik kita semua. Ini adalah upaya membangun generasi berkarakter dan berkualitas,” ujar Sekjen.
Sekjen juga memaparkan sistem pendidikan Sekolah Rakyat, seragam siswa, hingga pola asrama yang akan diterapkan.
Acara ini ikut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh. Diantaranya Kadis Sosial Provinsi Sulsel, Dr. Abd. Malik Faisal, SH., M.Adm, Kadis Sosial kabupaten/kota se-Sulsel; Forkopimda Barru; Pj. Sekda Barru; Ketua dan Anggota DPRD Barru; Ketua TP PKK Barru; Kapolsek dan Danramil Tanete Riaja; serta para kepala desa se-Kabupaten Barru.
Sedangkan sebagai pembina Boarding School, Ustaz Ahmad Dahlan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Sekjen Kemensos di SMPN 8 Barru.( Udi)





















