Minasanews.com,PANGKEP – PT Semen Tonasa terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan fasilitas operasional perusahaan sebagai salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Latihan Pertahanan Udara (Hanud) Pasif Kesiapsiagaan Pengamanan Wilayah Udara (Pamwilud) Tahun 2026, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman depan Kantor Staf PT Semen Tonasa ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman terhadap fasilitas strategis nasional.
Status PT Semen Tonasa sebagai Objek Vital Nasional menjadikan aspek pengamanan dan kesiapsiagaan sebagai perhatian penting. Terlebih, potensi gangguan terhadap fasilitas strategis dapat berdampak pada keamanan maupun keberlangsungan operasional perusahaan.
Mewakili manajemen PT Semen Tonasa, General Manager Komunikasi, Hukum dan Sarana Umum, Muhammad Mursham, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai latihan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapan seluruh pihak menghadapi kemungkinan situasi darurat.
“Sebagai salah satu Objek Vital Nasional, kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman merupakan hal yang sangat penting bagi PT Semen Tonasa. Kami berharap melalui kegiatan ini, pemahaman dan koordinasi seluruh pihak semakin meningkat sehingga dapat mendukung keamanan dan keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf Komando Pertahanan Udara Nasional (Asops Kaskohanudnas), Marsma TNI Setiawan, menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan sarana edukasi untuk mengenali berbagai kemungkinan ancaman pertahanan udara serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap objek strategis.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik ancaman dan potensi dampaknya menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesiapan menghadapi kondisi darurat. Melalui kegiatan ini, perusahaan diharapkan dapat mengidentifikasi langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.
Ia juga berharap hasil latihan dapat menjadi bahan evaluasi bagi PT Semen Tonasa dalam menyempurnakan prosedur pengamanan dan penanganan keadaan darurat yang selama ini telah diterapkan.
Selain itu, Marsma TNI Setiawan mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengutamakan aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung. Faktor safety, kata dia, harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan latihan, terutama untuk memastikan seluruh personel dapat mengikuti kegiatan dengan aman.
Latihan tersebut turut melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Tonasa dan Unit Pemadam PT Semen Tonasa. Kedua unsur ini mengambil peran dalam skenario penanganan dampak lanjutan yang mungkin terjadi akibat serangan, termasuk potensi kebakaran, penanganan korban, hingga proses evakuasi.
Keterlibatan personel internal perusahaan menjadi bagian penting untuk menguji kemampuan respons dan koordinasi antartim ketika menghadapi kondisi darurat. Dengan demikian, setiap unit dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung penanganan situasi secara terpadu.
Melalui latihan Hanud Pasif Kesiapsiagaan Pamwilud Tahun 2026, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin solid antara unsur pertahanan dan pengelola objek vital nasional.
PT Semen Tonasa pun terus berkomitmen meningkatkan sistem kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi internal, serta memastikan keamanan fasilitas strategis perusahaan demi menjaga keberlangsungan operasional sebagai bagian dari Objek Vital Nasional.
















