Minasanews.Com.Barru— Dibeberapa kesempatan Caleg DPR RI Partai Nasdem, Teguh Iswara Suardi yang akrab disapa TIS kerap menepis keraguan sebagian orang jika seorang teknokrat tidak mampu jadi pemimpin politik.
Kata TIS yang juga putra Bupati Barru Suardi Saleh saat bertemu para wartawan disalah satu warung makan di kawasan Alun-alun kota Barru ketika itu. Iya menyatakan sejak dulu Indonesia pernah dipimpin oleh seorang teknokrat. Lalu siapa itu? Teguh Iswara Suardi kemudian menyebutkan jika Republik ini pernah dipimpin oleh Insinyur Soekarno.
Kemudian diera sekarang Provinsi Jawa Barat dipimpin oleh Ridwan Kamil seorang arsitek ternama. Lalu kota Makassar yang dipimpin Ir Ramadhan Pomanto( Dany Pomanto) sebagai Walikota Makassar yang juga arsitek dan Bupati Barru Ir H. Suardi Saleh pun berlatarbelakang arsitek.
Sederet nama tokoh-tokoh inilah yang menjadi salah satu pendorong sehingga TIS tak ragu merambah ke belantara dunia politik yang kemudian mendorong dirinya maju sebagai caleg yang juga nota bene panggung milik para politisi dari latar belakang apapun.
Dan keluarga kami telah membuktikan bahwa pentas politik itu milik siapa saja yang berani memasuki dunia itu, untuk bertarung masuk ke pentas parlemen dan pemimpin eksekutif itu tidak memandang back ground keilmuan.
“Ibu saya almarhumah drg Hj Hasnah Syam, MARS berlatar belakang dokter gigi bisa berada diparlemen dan membuktikan jika didalamnya ada aspirasi rakyat yang membutuhkan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang baik dan salah satu yang bisa mendorong hal tersebut jika ada wakil rakyat yang memperjuangkan diparlemen,” kata TIS yang menyebutkan jika ibundanya salah seorang inspirasinya.
Selain itu Teguh juga menyebutkan tokoh inspirasi yang dekat dengan dirinya yakni Ayahnya yang saat ini menjabat Bupati Barru. Pak Suardi Saleh itu dari latar belakang ilmu arsitek sama dengan Pak Ridwan Kamil dan Ramadhan Pomanto.
“Sehingga ketokohan ayah dan sejumlah tokoh arsitek lainnya yang kemudian terjun ke panggung politik dan mereka bisa membuktikan diri sebagai pemimpin yang sukses,” ujar Teguh yang menyandang gelar Magister Ilmu Arsitek lulusan Belgia ini.
TIS kemudian bercerita bahwa sebelum dirinya masuk berjuang untuk merambah dunia politik melalui partai Nasdem. Memang diakuinya bahwa darah politiknya muncul karena ada titisan dan inspirasi dari kedua orang tuanya.
Sebelumnya TIS lebih concern ke bidang ilmu Arsitek. Pernah bekerja setahun di Belanda sebagai Arsitek kemudian belajar lagi di program Magister Arsitek di Belgia. Lalu bertugas sebagai dosen Fakultas Teknik UNHAS dan kini maju sebagai caleg partai Nasdem untuk melanjutkan perjuangan ibu saya drg Hj Hasnah Syam, MARS diparlemen yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan selama empat tahun.
Dibeberapa kesempatan, setiap kali TIS menggelar kampanye kerap menyatakan jika Allah memberikan rezky kepada dirinya untuk terpilih diparlemen dan seandainya hal itu merupakan pilihan.
Maka secara keilmuan kecocokan latar belakang dirinya, tentu tidak sama dengan Komisi IX yang dibidangi Ibu dokter ketika itu. “Saya lebih cocoknya di Komisi V yang membidangi Pembangunan sarana dan prasarana seperti untuk infra struktur jalan dan jembatan,” pungkasnya.( Udi)





















