Minasanews.Com.Maros— Pemkab Maros dibawah kepemimpinan AS Chaidir Syam terus bertekad meningkatkan dan memajukan sektor pendidikan di Butta Salewangan. Berbagai bentuk penguatan dan pemberdayaan telah dilakukan. Selain memberikan porsi anggaran besar pada alokasi APBD. Ditangan dingin Chaidir, berbagai sarana pendidikan telah dibangun dan kini sudah dinikmati masyarakat.
Termasuk saat ini, Pemkab Maros terus menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusia. Terutama anak usia sekolah yang drop out dan tidak sekolah. Bupati Maros AS Chaidir Syam sudah pasang target diakhir 2023 bahwa memasuki 2024. “Kami target tidak ada lagi anak tidak sekolah( ATS) di Maros,” tegas Chaidir.
Diberbagai agenda kegiatan pendidikan, Chaidir Syam yang akan maju lagi sebagai Bupati Maros untuk periode keduanya menyatakan pengembangan sektor pendidikan tidak bisa lagi ditawar-tawar karena masa depan rakyat Maros sangat tergantung dengan sektor pendidikan. Itulah sebabnya, Pemkab Maros terus menggenjot sektor pendidikan.
“Kami menargetkan 2024 tidak ada lagi ATS di Maros, semua anak-anak kita wajib mendapatkan pendidikan minimal 12 tahun. Jika kendalanya soal biaya mari kita cari solusinya bersama, jika kendalanya karena disabilitas, maka harus kita beri ruang,” paparnya.
Peran orang tua sangat penting untuk mendorong anak-anak agar semua berpendidikan, baik melalui proses pembelajaran formal maupun non formal. “Tetapi tidak cukup hanya kepada orang tua. Kita semua pendidik, bersama Institusinya, pihak steakholder dan secara umum masyarakat harus berpartisipasi aktif dan memberikan peran positif untuk memajukan pendidikan. Salah satunya mendata secara maksimal anak-anak kita yang tidak tersentuh dengan pendidikan melalui persekolahan,” pungkasnya.( Udi)





















