Minasanews.Com.Barru— Pengungkapan barang bukti sabu sebanyak 30 kg oleh Tim Satres Narkoba Polres Barru menjadi sinyal jika Pelabuhan Awerange layak disematkan sebagai kawasan yang rawan menjadi pintu masuk penyelundupan barang sejenis Narkoba.
Apakah selama ini setiap kapal yang masuk diperiksa secara ketat termasuk barang bawaan penumpang. Selama ini menurut salah satu sumber di Pelabuhan Awerange, menuturkan bahwa tidak perbah kedengaran adanya pengetatan pemeriksaan di Pelabuhan ini.
Entah itu ada penumpang dan barang yang hendak dibawa dari Pelabuhan Awerange ke pulau lain. Begitu pula dengan kapal yang masuk ke Awerange. Selama ini juga tidak pernah kita dengar. Padahal di Pelabuhan ini ada pihak Syahbandar dan Pos Penjagaan dari Aparat petugas dari dua Institusi di negeri ini.
Sejumlah pihak menyebutkan jika pengungkapan kasus penemuan sabu 30 kg di Pelabuhan Awerange di kecamatan Soppeng Riaja kabupaten Barru oleh aparat Satres Narkoba Polres Barru diduga bukan hanya apa yang.
Sekarang tidak bisa lagi terbantahkan dengan adanya pengungkapan sabu sebanyak 30 kg yang nyata-nyata dimuat di atas kapal KLM Bukit Arafah.
Secara faktual, begitu rapi cara pemilik barang haram ini bisa lolos masuk ke kapal laut yang nota bene pengangkut barang ini. Ataukah pihak KLM Bukit Arafah sudah mengetahui jika salah satu barang yang diangkut itu ada sejenis narkotika atau pihak ABK pura-pura tidak tahu atau memang mereka tidak tahu sama sekali.
Penanggung Jawab Pelabuhan Awerange, Rahman yang berusaha dikonfirmasi Minggu(28/4/2024) tidak berhasil. Awalnya telephone selulernya berdering saat dilakukan panggilan pertama hingga kedua.
Namun ketika dihubungi via telephone untuk ketiga hingga kelima kalinya. Telephone Rahman tidak lagi berdering( Tidak Aktif).
Secara terpisah Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto yang duhubungi Minggu(28/4/2024) menyatakan dengan adanya penemuan barang bukti sabu 30 kg yang dikapalkan dari Tarakan ke Pelabuhan Awerange diakuinya akan melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar Pelabuhan Awerange.
“Kita akan perkuat koordinasi dengan pihak Syahbandar. Apalagi pelabuhan Awerange merupakan salah satu pelabuhan di Barru yang memiliki akses jalur ke pulau Kalimantan,” ujarnya.( Udi)





















