Minasanews.Com.Barru— PT Semen Conch yang sempat angkat kaki dari Barru beberapa tahun lalu lantaran menuai sikap pro kontra ditengah masyarakat. Kini ada tanda-tanda jika Perusahaan Semen tersebut akan kembali berinvestasi di daerah ini.
Memang ada pihak tertentu yang menginginkan, agar Perusahaan Semen asal China tersebut bisa kembali ke daerah ini. Tetapi ada pula yang menolak dan dilain pihak tidak sedikit diantaranya sebagian warga memberikan syarat tertentu jika PT Semen Conch mau lagi berinvestasi di Barru.
Saat ini ada isyarat kuat jika PT Semen Conch akan kembali membawa investasi ke Barru. Salah satu jalan yang mulai terkuak setelah pihak Manajemen Semen Conch dihadirkan dalam Diskusi Publik yang digagas Forum Lembaga dan Media Barru, Kamis(13/11/2025).di Hotel Youtefa di kelurahan Coppo.kecamatan Barru kabupaten Barru.
Forum ini selain menghadirkan langsung para petinggi PT Semen Conch. Sejumlah elemen juga ikut dalam ajang diskusi tersebut. Ada dari tokoh masyarakat, pejabat Pemkab Barru, tokoh pemuda, LSM, media hingga aparat TNI dan Polri.
Suasana forum berlangsung sangat dinamis karena menjadi ajang dialog dan terjadi diskusi menarik yang dipandu oleh Ilham Iskandar sebagai moderator. Apalagi ikut dihadirkan nara sumber dari praktisi Ekonomi Unhas, Dr Agussalim. Ekonom ini beberapa kali memperoleh aplaus para peserta Forum karena memberikan materi tanpa ada keberpihakan. Doktor Ekonomi ini mengaku datang sebagai pemateri bukan atas nama PT Semen Conch dan sama sekali bukan dari bagian afiliasi Perusahaan asal China ini.
Berbagai segmen dikupas tuntas Dr Agussalim dihadapan Forum. Mulai dari kondisi terkini dari tingkat pengangguran terbuka kabupaten Barru.
Berdasarkan data BPS, angka pengagguran terbuka di Barru sangat tinggi saat ini, mencapai level 6,42 dan capaian itu jauh lebih tinggi dibanding angka pengangguran di Sulsel yang hanya mencapai 4,19.
Meski begitu, Dr Agussalim tak menampik jika ada investor bakal masuk ke daerah ini. “Maka bukan mustahil kalau angka pengangguran itu akan melandai( turun). Semisal satu perusahaan seperti PT Semen Conch saja andai mau kembali menanam investasi lagi. Tentu bisa menekan angka pengangguran,”ujar Agussalim.
Agussalim tidak hanya memaparkan tingkat pengangguran. Dia juga menyentil tingkat Neraca perdagangan kabupaten Barru. Saat ini dineraca perdagangan terjadi selisih sekitar Rp 2 triliun
Artinya dengan angka itu menunjukkan jika warga Barru lebih banyak menikmati barang dari luar ketimbang barang dari dalam Barru.
Pihak PT Chonch sendiri mengklaim jika kembali ke Barru hanya akan mendirikan Packing Plan dan memproduksi kantong semen yang bisa menyerap tenaga kerja sekitar 1.000 pekerja.
Beberapa peserta diskusi memberikan statemen jika perusahaan ini akan kembali harus benar-benar memenuhi beberapa syarat dan sejalan dengan regulasi yang berlaku. “Masalah yang paling krusial untuk diperhatikan yakni soal dampak lingkungan, kesejahteraan masyarakat, seperti CSR. Begitu pula dalam perekrutan tenaga kerja harus mempekerjakan tenaga lokal,” ujar salah seorang peserta diskusi.( Udi)





















