instagram youtube

DBD Mewabah di Pangkep, 17 Warga Dirawat di Puskesmas Bonto Perak

Rusdi - Penulis Berita

Minggu, 19 Januari 2025 - 19:44 WIB

Minasanews.Com.Pangkep–Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau(MYL) kunjungi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD)di Puskesmas Bonto Perak, Sabtu(18/1/2025).

Kunjungan MYL bersama tim kesehatan, camat dan luruh untuk melihat langsung kondisi anak-anak yang sedang dirawat akibat DBD.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap meningkatnya kasus DBD di wilayah tersebut. Saat tiba di Puskesmas, Bupati Yusran disambut oleh Kepala Puskesmas Bonto Perak, tenaga medis, serta keluarga pasien.

Dalam kunjungannya, Bupati menyempatkan diri berbincang dengan beberapa orang tua pasien dan memberikan semangat kepada anak-anak yang tengah dirawat.

“Kita mau tau, dimana saja lokasi anak-anak kita yang terkena DBD. Kita juga mau identifikasi, dimana mereka terkena DBD. Selain DBD, ada juga yang typoid, ” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Pangkep Diganjar UHC Award Madya

MYL berpesan, agar warga menjaga kebersihan lingkungan, jajanan untuk anak harus dipastikan higienis.

“Kita lakukan pengawasan secara konprehensif. Pemerintah, tenaga kesehatan, pendidikan dan masyarakat untuk menghadirkan lingkungan yang bersih dan makanan sehat dan higienis, ” tambahnya.

Jauh hari katanya, Pemkab Pangkep telah melakukan antisipasi DBD. Kegiatan bersih lingkungan rutin dilakukan, khususnya daerah rawan DBD.

Kepala Puskesmas Bonto Perak, M. Hidayat AR, menyampaikan, saat ini pasien DBD hanya satu anak. Kebanyakan yang dirawat pasien typoid.

Baca Juga :  Ketua TPPS Barru Bertekad Turunkan Stunting

“Satu orang sementara ditangani dokter. Sudah dites, dan hasilnya positif karena ada dampak merah. Akan dirawat beberapa hari disini, Kalau memang terjadi pendarahan atau kegawat daruratan kita akan rujuk ke rumah sakit, ” jelasnya.

Menurut data Puskesmas Bonto Perak, pada tahun 2024, terdapat 17 warga yang terkena DBD di wilayah kerja Puskesmas, meliputi Kelurahan Tekolabbua, Sibatua, Anrong Appaka, dan Bonto Perak. Kasus ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penanganan.( Udi)

Berita Terkait

Program Aksi Stop Stunting Sulsel Sasar 21 Desa Kelurahan di Barru
Gubernur Sulsel Pantau Pelayanan Kesehatan Bergerak Puskesmas Pulau Sabutung
Pemkab Pangkep Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan 10.700 Pekerja Rentan dan THL
DPRD Barru Gelar Rapat Pencabutan Perda ADD
Bupati MYL Siap Bantu Sekretariat Ikatan Apoteker
Dua Bayi Kembar di Desa Lempang Terindikasi Stunting
DPRD Barru Inisiasi Penerbitan Ranperda Inisiatif Perizinan Berusaha
Pemkab Pangkep Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Jumat, 15 Desember 2023 - 20:51 WIB

Digagas Hasnah Syam, Sosialisasi BBPOM Sasar Anggota Pramuka Barru

Jumat, 13 September 2024 - 06:52 WIB

Hebat Capaian PIN Polio Pangkep Lampaui Target Nasional

Rabu, 29 November 2023 - 10:39 WIB

Terima Penghargaan Swasti Saba, MYL Ucap Terima Kasih ke Warga Pangkep

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 07:07 WIB

Hampir 100 Persen Warga Teŕcakup JKN, Pemkab Maros Diganjar UHC Award Kategori Madya

Rabu, 18 Oktober 2023 - 19:43 WIB

Hasnah Syam Ajak Warga Kiru-kiru Hidup Sehat

Rabu, 16 Oktober 2024 - 08:04 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Non ASN dan Perangkat Desa Pemkab Barru Capai 99,6 Persen

Senin, 27 Februari 2023 - 09:10 WIB

Program Anti Mager Gubernur ASS Inspirasi Dokter Singapura

Rabu, 8 Oktober 2025 - 16:56 WIB

Miris, Bayi Kembar Lahir Prematur Meninggal Didua Rumah Sakit Berbeda

Berita Terbaru

Daerah

HUT ke 357 Sulsel, Barru Perkuat Sinergi Pembangunan

Senin, 19 Okt 2026 - 19:00 WIB

Daerah

Kontingen Barru Meriahkan Hari Jadi Sulsel ke 357

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:47 WIB

Daerah

Jus Nanas Madu Barru Pikat Bupati Sidrap dan Bantaeng

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:40 WIB