Minasanews.Com.Barru— Problematika di pasar Pekkae di kecamatan Tanete Rilau memiliki kompleksitas masalah karena selain sudah mengalami kerusakan berat pada bagian atap. Para pedagang juga kerap memprotes kehadiran pasar malam yang mempengaruhi omset penghasilan para pedangan di pasar itu.
Kondisi inilah yang mengundang keprihatinan anggota DPRD Barru dari dapil Tanete Rilau untuk turun langsung melakukan peninjauan ke Pasar Pekkae dan mendengar keluh kesah para pedagang.
Usai melakukan kunjungan, Syahrullah menerima laporan jika atap pasar tersebut sudah rusak parah karena kerusakannya sudah mencapai kisaran antara 70 hingga 80 persen. Saat kami berkunjung kami juga menghadirkan Instansi terkait dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan.
Pasca kunjungan, masalahnya tidak berhenti.sampai disitu, kata Legislator Partai Demokrat H Syahrullah saat dihubungi pekan lalu. Ia menyatakan pihaknya kembali melakukan rapat dengar pendapat berasama para pedagang, Camat Tanete Rilau, Kepala Pasar dan Assosiasi Pedagang Pasar Pekkae.
“RDP ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik melalui diskusi dalam menyeleaaikan sejumlah masalah yang ada di Pasar Pekkae. Makanya kita hadirkan juga pihak Assosiasi Pedagang Pasar Pekkae,” ujar Syahrullah.
Saat RDP itu, Syahrullah minta Asosiasi Pasar dilibatkan. Apapun bentuk pasarnya. Sementara itu Syamsu Rijal meminta kepada siap pun yang melakukan kegiatan pasar diluar kegiatan pasar resminyang telah disiapkan Pemerintah, harus ada izin keramaian dan rekomendasi dari pihak Kepolisian.
Menurut Syahrullah yang juga Ketua Fraksi Gabungan Ummat di DPRD Barru ini menyatakan kehadiran pasar malam yang disoal para pedagang Pasar Pekkae, perlu ada koordinasi mulai dari bawah sampai ke atas dengan semua pihak supaya berjalan lancar.
“Sebagai langkah untuk menyelesaikan permasalahan pasar malam di Pekkae. Harus dilakukan melalui tiga tahapan yakni mulai dari timing, proses hingga dilengkapi izin mulai dari desa hingga ke pemerintahan lebih tinggi,” tegasnya.( Udi)





















