Minasanews.com,Makassar – Aksi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir mendapat sorotan tajam dari pemuda dan mahasiswa Sulawesi Selatan. Dalam orasi yang disampaikan saat aksi demonstrasi, Jenderal Lapangan Adnan Faad menegaskan bahwa gelombang protes ini adalah cerminan kekecewaan rakyat terhadap para wakilnya di pemerintahan, terutama mereka yang berasal dari Sulsel.
“Gerakan yang terjadi serentak di seluruh Indonesia merupakan luapan kekecewaan terhadap para wakil rakyat. Dan dari semua wilayah, Sulsel mencatat dinamika aksi paling tinggi, bahkan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa,” ujar Adnan dalam orasinya.
Sejak 25 Agustus 2025, Sulsel disebut sebagai daerah yang mengalami dampak paling besar dari gelombang demonstrasi, dengan empat korban jiwa tercatat hingga hari ini. Hal ini menjadikan Sulsel sebagai provinsi dengan korban terbanyak dalam rangkaian aksi nasional tersebut.
Adnan menyoroti minimnya empati dan kepedulian dari pejabat asal Sulawesi Selatan yang saat ini menjabat sebagai menteri maupun wakil menteri di Kabinet Merah Putih. Ia menilai, para pejabat tersebut justru sibuk mengurusi kepentingan pribadi dan politik, sementara rakyat di tanah kelahirannya menghadapi krisis dan penderitaan.
“Kami sangat menyayangkan, hingga hari ini tak ada satu pun pejabat asal Sulsel di kabinet yang turun langsung menunjukkan kepedulian. Mereka seolah buta dan tuli terhadap jeritan masyarakat yang tengah berduka dan berjuang,” tegasnya.
Menurut Adnan, kondisi ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa Sulsel, terhadap para pembantu presiden dari wilayahnya sendiri telah runtuh.
Ia pun secara terbuka meminta Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi kinerja para menteri dan wakil menteri asal Sulsel, serta mempertimbangkan untuk melakukan reshuffle kabinet.
“Presiden Prabowo harus mengevaluasi secara serius kabinetnya. Terutama terhadap para pembantunya yang berasal dari daerah-daerah yang mengalami kerugian besar akibat aksi ini. Bila mereka tak mampu hadir bersama rakyat di masa krisis, mereka tak layak lagi menjabat,” pungkas Adnan dengan nada tegas.
Aksi demonstrasi yang digelar hari ini berakhir damai, namun pesan yang disampaikan sangat jelas: rakyat Sulsel meminta keadilan, perhatian, dan keberpihakan dari pemimpin yang telah mereka percaya.





















