Minasanews.Com.Cisarua— TNI Angkatan Laut saat ini sedang diselimuti duka mendalam, setelah 23 prajurit anggota Marinir yang sedang mengikuti Pra Latihan Perbatasan Indonesia-PNG, terjebak longsor di wilayah Cisarua, Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Empat diantaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kementerian Pertahanan bersama TNI AL melakukan konferensi pers yang dipimpin Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purn Syafri Syamsuddin didampingi Kasal Laksamana TNI AL Muhammad Ali. Dalam keterangan jenderal bintang empat Angkatan Laut. Pihak TNI terus melakukan upaya pencarian korban dan ditemukan 4 prajurit Marinir dalam kondisi meninggal dunia. “Para prajurit itu sedang mengikuti Pra latihan Persiapan Penjagaan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, tetapi tiba-tiba terjadi longsor di lokasi pelatihan dan insiden bencana itu tak terhindarkan sehingga 23 pasukan Marinir TNI AL itu terjebak longsor,” ujar Laksamana Muhammad Ali.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya menerjunkan personel Marinir, anjing pelacak, hingga drone untuk mencari 19 personel Marinir yang jadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Sebanyak 200 marinir diturunkan dalam pencarian hari ini.
“Kami menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir, dengan menggunakan teknologi drone, termal, dan anjing pelacak,” kata Tunggul dilansir Antara yang dikutif dari detik.News, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan keterangan Kasal Laksamana TNI AL Muhanmad Ali kepada wartawan. Pasukan Marinir yang berjumlah 23 anggota itu mengikuti latihan persiapan untuk menjaga keamanan diperbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.
Saat latihan diguyur hujan lebat selama dua hari sehingga mengakibatkan longsor disalah satu desa di Cisarua, Bandung Barat Provinsi Jabar. Kejadian tersebut secara tiba-tiba dan sulit lagi terhindar. “Untuk saat ini kita lakukan upaya pencarian dengan menurunkan 900 pasukan Marinir ke lokasi kejadian,” urai Kasal.
Selain prajurit diterjunkan untuk melakukan pencarian korban. Kata Kasal. “Pihak kita juga menurunkan sejumlah alat berar, drone hingga anjing pelacak dalam menyisir lokasi longsor,” pungkasnya.( Udi)





















