instagram youtube

Wabup Sebut Barru Siap Jadi Laboratorium Pengentasan Kemiskinan

Rusdi - Penulis Berita

Selasa, 23 September 2025 - 15:47 WIB

Minasanews.Com.Barru – Pemerintah Kabupaten Barru menerima kunjungan audiensi dari Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), di Ruang Rapat Wakil Bupati Barru, Selasa (23/9/2025). Pertemuan ini menjadi ajang diskusi strategi inovatif dalam menekan angka kemiskinan dan menuntaskan masalah stunting.

Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menyambut langsung rombongan yang dipimpin pejabat Bappelitbangda Sulsel bersama tim JICA. Turut hadir mendampingi Pj. Sekretaris Daerah Barru, Plt. Kepala Bappelitbangda Barru, Kadis Perikanan, Kadis Sosial, Sekretaris Dinas Pertanian, Sekretaris Diskumdag, serta sejumlah jajaran perwakilan terkait.

Dalam paparannya, Wabup Abustan mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Barru masih berada pada kisaran 8,31 persen, mayoritas di wilayah pedesaan. Untuk itu, Pemkab Barru menginisiasi tiga program utama, yakni Ekonomi Berkecukupan, PIK PAKET (Partisipatif, Inklusif, Kreatif, Penanggulangan Kemiskinan Terpadu), dan Koko Bestimi (Kolaborasi Konvergensi Penurunan Stunting dan Kemiskinan).

Wabup menjelaskan, Program Ekonomi Berkecukupan mengintegrasikan peternakan unggas dan budidaya tanaman pangan skala rumah tangga agar keluarga miskin bisa menekan pengeluaran sekaligus menambah pendapatan, Pendampingan teknis akan dilakukan penyuluh pertanian dan peternakan dengan dukungan Baznas Barru.

Baca Juga :  Wabup Barru Warning Kepala OPD Pahami Indikator Kinerja Sesuai RPJMD

Sementara itu, PIK PAKET menekankan pendekatan partisipatif dan inklusif. Tim pendamping teknis diturunkan ke desa untuk memetakan potensi, menyusun rencana aksi, sekaligus menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan rill keluarga miskin dengan cara yang kreatif dan terpadu.

Sedangkan Koko Bestimi menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting, yang menyatu dengan program pengentasan kemiskinan, mulai dari gizi, sanitasi, hingga rumah layak huni.

“Selama ini bantuan sosial sering menimbulkan ketergantungan, Melalui tiga program ini kami ingin masyarakat yang miskin agar mampu mandiri, produktif, dan bisa keluar dari lingkaran kemiskinan turun-temurun,” tegas Wabup Abustan.

Dari pihak Provinsi, Kabid Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Sulsel, Inyo, ST., M.Eng., menekankan pentingnya sinkronisasi data. Menurutnya, Barru punya tantangan besar dalam hal data. Karena itu, sinergi antara provinsi, kabupaten, dan desa menjadi kunci agar kebijakan berbasis data berjalan efektif.

Fungsional Bappelitbangda Sulsel, Setiawan Aswad, menambahkan bahwa JICA bersama Pemprov Sulsel sedang menyiapkan model kolaborasi penanggulangan kemiskinan berbasis empat pilar yaitu tata kelola, kesamaan data, intervensi terpadu, dan regulasi.

“Kita ingin membangun sistem kolaborasi yang memastikan intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak, mulai dari desa, kabupaten, provinsi, hingga pusat, harus bergerak bersama dengan data yang sama dan regulasi yang selaras,” paparnya.

Baca Juga :  Ini Pesan Andi Ina ke Komunitas Pendakwah Keren

Selain menyampaikan catatan teknis, Ia memberikan apresiasi atas langkah nyata yang telah ditempuh Pemkab Barru. Menurutnya, Barru termasuk kabupaten yang cukup progresif dalam menyiapkan model penanggulangan kemiskinan terpadu yang dapat dikolaborasikan.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Abustan menyatakan kesiapan Barru untuk menjadi laboratorium program pengentasan kemiskinan. Bahkan, ia membuka peluang adanya MoU dengan JICA dan Pemprov Sulsel sebagai payung hukum kolaborasi.

Ia menegaskan, Pemkab Barru telah mewajibkan desa mengalokasikan minimal 5 persen dari ADD untuk program kemiskinan dan stunting, serta mendorong tiap desa mengembangkan minimal dua program Ekonomi Berkecukupan.

“Harapan kami, program ini bisa menjawab pertanyaan besar, apakah ikhtiar yang kita lakukan melalui program ini kemiskinan bisa diturunkan secara permanen, dan Insya Allah dengan kolaborasi yang tulus dan sistematis, Barru bisa menjadi contoh,” pungkas Wabup.

Turut hadir, Fungsional Perencana Madya Bappelitbangda Prov Sulsel Anna Buana, Staff ahli JICA Prof. Darmawan dan Manarangga Amir, Staf JICA Ida Gosal dan Fatma.( Udi

Berita Terkait

Pansus DPRD Barru Bedah Ranperda Inisiatif Pemberdayaan Nelayan dan Pengelolaan Sampah
DPRD Barru Kunker di BPKP Kaji Efisiensi Anggaran
25 Anggota DPRD Barru Disumpah Ketua PN
Arung Patappuloe Ikon Festival Budaya To Berru
Sukses Tekan Angka Pengangguran, Barru Diganjar Penghargaan
Tokoh Adat Pinrang Sikapi Positif Putusan MK
Demi Warga Pulau Terluar, Legislator Pangkep Cari Kapal Perintis di Kemenhub
Minim Kontribusi Untuk PAD Barru, Dua Fraksi Soroti Perseroda dan PDAM

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:16 WIB

Proses Peralihan Hak Kewarisan Jadi Isu Krusial Pertemuan Bupati Barru dan IPPAT

Kamis, 3 Juli 2025 - 06:36 WIB

Legislator Barru Kaji Program Strategis RPJMD 2025-2029

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:45 WIB

Kepala BPPMDDT Makassar dan Kepala BPI Kemendesa PDT RI Dampingi Mendes Yandri Letakkan Batu Pertama Kopdes Merah Putih 

Kamis, 3 Juli 2025 - 13:18 WIB

Legislator Barru Kaji Program Strategis RPJMD 2025-2029

Kamis, 12 Oktober 2023 - 15:50 WIB

Tim SDGs Award Verfal Program Sijagai Pangkep

Kamis, 3 Juli 2025 - 08:21 WIB

DPRD Bersama Pemkab Barru Kompak Sepakati Perubahan Kedua Ranperda Nomor 7 Tahun 2016

Minggu, 3 November 2024 - 00:55 WIB

Puncak HUT PT Semen Tonasa ke-56, PJ Gubernur Ingatkan Jangan Gentar Soal Persaingan

Kamis, 24 Agustus 2023 - 07:31 WIB

Ketua DPRD Barru Duduk Satu Kursi Suardi di Bus Trans Andalan

Berita Terbaru

Nasional

Wawali Makassar Hadiri Urban Climate Forum 2026 di Jakarta

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:54 WIB

Metro

Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:02 WIB

Dilarang Curi berita