Minasanews.com,Makassar— Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar menghadiri kegiatan Sosialisasi Tugas dan Fungsi Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas) serta pembahasan draf Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg) 2025–2029 yang berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya se-Provinsi Sulawesi Selatan.
Kehadiran Kepala Kesbangpol Kota Makassar dalam kegiatan tersebut mewakili Wali Kota Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah pusat dalam memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pertahanan di tingkat daerah.
Dalam kesempatan itu, narasumber dari Dewan Pertahanan Nasional menjelaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional yang mencakup aspek ketahanan sosial, politik, ekonomi, dan keamanan wilayah.
“Pertahanan negara bukan hanya tanggung jawab TNI, tetapi juga melibatkan seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sipil,” disampaikan oleh salah satu pejabat Wantannas dalam pemaparannya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan setiap unsur pemerintah daerah dapat memahami arah kebijakan pertahanan nasional lima tahun ke depan serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat sinergi antara instansi pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pertahanan negara yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan global.
Kepala Kesbangpol Kota Makassar mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendukung kebijakan nasional, khususnya dalam bidang ketahanan dan keamanan wilayah.
“Kami siap bersinergi dalam mendukung implementasi kebijakan pertahanan nasional, sekaligus memperkuat kesadaran bela negara di tingkat lokal,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber untuk membahas langkah-langkah strategis dalam penerapan kebijakan pertahanan negara di daerah.





















