Minasanews.Com.Barru— Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap punya banyak cara menciptakan suasana Kamtibmas agar warga lebih aman dan nyaman menikmati hari raya Idul Fitri. Salah satu program menyentuh yang dilakukan yakni menerima penitipan kendaraan secara gratis untuk warga yang hendak mudik.
Hal ini diungkapkan Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap saat ngopi bersama wartawan di Cafe Raza, Selasa(17/3/2026). Penitipan kendaraan ini merupakan upaya Polisi dalam memberikan rasa aman kepada warga yang hendak mudik dan tidak membawa kendaraan saat mudik.
“Titip kendaraan di Mapolres untuk warga yang hendak mudik tidak dipungut biaya alias digratiskan,” ujar Kapolres Barru.
AKBP Ananda yang akrab disapa Panglima Timur ini tidak hanya membahas soal program penitipan kendaraan untuk pemudik.
Kapolres berpangkat dua bunga dipundaknya ini menghimbau warga yang meninggalkan rumah saat libur Idul Fitri agar untuk tetap mengunci dan menitipkan rumahnya ke tetangga yang tidak pulang kampung. Meski begitu anggota kami disemua jajaran Polsek akan menyiapkan patroli yang setiap waktu berkeliling dipimpin Babinkamtibmas.
Harapan Kapolres pasca pelaku spesialis pencurian rumah kosong tertangkap aparat Kepolisian. “Kita tidak boleh lengah dan tetap waspada agar rumah tetap aman meski ditinggal untuk pulkam dengan cara masing-masing warga lebih dulu menciptakan rasa aman dirumah sendiri. Apalagi jumlah personil kami dalam jumlah terbatas sehingga mustahil mampu menjaga satu persatu rumah warga,” ucap AKBP Ananda.
Bukan hanya pengamanan rumah ditinggal pemiliknya saat mudik yang dikupas Mantan Kasat Intelkam Polresta Jakarta Selatan ini. Operasi ketupat, pendirian Posko Pengamanan arus mudik dan arus balik hingga jalan rusak yang menjadi tanggung pihak Balai Besar Jalan Nasional( BBJN) juga ikut dibedah Alumni Akpol ini.
Berbagai hal dibahas Kapolres Barru sampai larut malam di Cafe Raza bersama para wartawan. Meski jabatan seorang Kapolres itu tidak terlalu lama disuatu tempat. “Kami tetap bertekad berbuat yang terbaik untuk masyarakat kabupaten Barru dan terus berupaya agar tidak meninggalkan kesan buruk hingga akhir masa jabatan,” bebernya.
Selain itu Ananda juga sempat menyentil soal kedekatan dengan anggota komunitas anak motor-motor di Makassar. Apalagi sempat viral dimedsos AKBP Ananda bersama Kelompok Komunitas anak motor-motor itu. Begitu cara saya mendekati dan merangkul anak-anak hoby motor agar tidak ugal-ugalan sekaligus meluruskan persepsi salah sebagian orang yang menjustice bahwa anak motor-motor dalam komunitas itu kerap bertindak buruk yang dikenal dengan istilah Geng Motor.
Padahal kata Geng itu berarti Kelompok orang-orang termasuk anak yang menyatu dalam suatu komunitas karena memiliki hoby yang sama seperti anak yang gemar dengan motor
Lebih jauh tentang Geng Motor, kata Kapolres, didalam komunitas anak motor-motor itu merupakan gabungan anak yang memiliki kreasi dan kemampuan berbeda. “Ada Fotografer, suka melakukan kegiatan sosial dan beberapa pemilik inovasi lain,” bebernya.( Udi)





















