instagram youtube

Makassar Berjasa Jadi Perhatian Pemprov NTB, Aliyah Bahas Perlindungan Pekerja Rentan

admin - Penulis Berita

Jumat, 25 September 2026 - 18:38 WIB

Minasanews.com,MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mempelajari program perlindungan pekerja rentan dan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kota Makassar.

Kunjungan yang dipimpin Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, berlangsung di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Kamis (24/9/2026).

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Makassar Berjasa (Makassar Berbagi Jaminan Sosial). Program ini memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, seperti nelayan, pedagang kaki lima, pengemudi, pekerja jasa dan pekerja keagamaan.

Baca Juga :  Makassar Perkuat Diplomasi Ekonomi, Munafri Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Amerika Serikat

Aliyah mengatakan, perlindungan sosial membutuhkan program yang terintegrasi, dukungan data yang tepat serta jaminan sosial yang menjangkau masyarakat rentan.

“Pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan konvergensi program, data yang presisi, serta perlindungan jaminan sosial yang masif,” jelasnya.

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menyebut pada 2026 sebanyak 81.466 pekerja rentan mendapat perlindungan JKK dan JKM melalui APBD. Selain itu, sekitar 45.000 pekerja memperoleh perlindungan tambahan melalui JHT.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui 1.005 Agen Perisai yang tersebar hingga tingkat RW.

Baca Juga :  Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Perintis Kemerdekaan, PDAM Makassar Imbau Warga Siapkan Cadangan Air

Indah Dhamayanti Putri mengatakan, NTB tertarik mempelajari pola perlindungan pekerja rentan yang diterapkan Makassar, termasuk mekanisme penganggaran dan pendekatan berbasis komunitas.

“Kami hadir di Kota Makassar untuk belajar dari sebuah inovasi yang sangat inspiratif, salah satunya program Makassar Berjasa,” ujarnya.

Aliyah menyambut positif studi tiru tersebut sebagai ruang bertukar pengalaman dan inovasi antara Makassar dan NTB.

“Studi tiru hari ini bukanlah sarana untuk merasa lebih baik, melainkan wadah untuk saling belajar dan berbagi pengalaman,” tutupnya.

Berita Terkait

Satpol PP Makassar Sidak Dugaan Parkir Liar di CPI
PDAM Makassar Terima Kunjungan Konsuler Jepang, Bahas Kerja Sama dan Teknologi Air Bersih
Akhir perpecahan KNPI Kanita & KNPI Surahman Batara; Menyatu di KNPI Vonny
Jelang Pelantikan, Pengurus IAP Wilayah Sulsel Gelar Rapat Terbatas
Semen Tonasa Bantu Ratusan Anak Panti Asuhan dan Dukung Puluhan UMKM
Kota Makassar Siap jadi Tuan Rumah IGA Award 2023
Galakkan Pembangunan Infrastruktur, Sulsel Diklaim Bakal Jadi Primadona Investasi
Dukung MNEK 2023, Camat Mariso Kerahkan Satgas Kebersihan Sisir Bersih dan Penanaman Pohon

Berita Terkait

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:45 WIB

Kepala Kesbangpol Makan Telur Bersama 400 Anak Penerima PKH untuk Tekan Stunting

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:58 WIB

Direktur Keuangan PT Semen Tonasa Tekankan Pentingnya ICOFR dalam Penguatan Tata Kelola Perusahaan

Sabtu, 28 Juni 2025 - 21:36 WIB

Enam Titik Sambungan Air Gratis Terpasang di Wilayah VI, PDAM Makassar Lanjutkan Program Prioritas MULIA

Rabu, 5 November 2025 - 16:02 WIB

BPPMDDT Makassar dan BNN Sulsel Bersinergi Wujudkan “Desa Bersinar”, Bebas dari Narkotika

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:02 WIB

Kepala Kesbangpol Makassar Buka Bimtek Aplikasi “Sap­­po Caradde” Tingkatkan Respons Pelaporan Organisasi

Jumat, 28 Februari 2025 - 07:55 WIB

Tim Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sulsel Cek Ketersediaan Gas Elpiji 3 Kg

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:58 WIB

ZZ Travel Dorong Umrah Lebih Mudah dan Bermakna, Aslail Akbar: Pelayanan Amanah dan Sesuai Sunnah

Senin, 21 Agustus 2023 - 09:27 WIB

Kantor DPD RI Sulsel Meriahkan HUT RI ke 78 dengan Berbagai Jenis Lomba

Berita Terbaru