Minasanews.com,MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan berbagai program unggulan Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, dalam penilaian Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026 secara daring dari Balai Kota Makassar, Kamis (8/10/2026).
Dalam pemaparannya, Munafri yang akrab disapa Appi menyoroti inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, urban farming, pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya lokal, serta penanganan stunting.
Menurut Appi, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah kelurahan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan wilayah.
Ia berharap, inovasi yang diterapkan di Gunung Sari dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Makassar.
Sementara itu, Lurah Gunung Sari, Ahmad Abubakar, menjelaskan bahwa wilayahnya mengusung inovasi Simpul Nusantara, yakni konsep yang mengintegrasikan pelayanan publik digital, ketahanan pangan, lingkungan, ekonomi, budaya, keamanan, dan kesehatan masyarakat.
Melalui program tersebut, kelurahan mengembangkan aplikasi SIM Lurah, urban farming, bank sampah, pembinaan UMKM melalui TP PKK dan Koperasi Merah Putih, serta kolaborasi penanganan stunting.
Berdasarkan data Puskesmas Mangasa per 30 September 2026, tercatat tujuh kasus stunting di Gunung Sari. Pemerintah kelurahan menargetkan angka tersebut terus ditekan hingga mencapai nol kasus.
Ahmad berharap, inovasi Simpul Nusantara dapat memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kelurahan Gunung Sari.
















