Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Muhammad Akhdharisa SJ. Dalam sambutannya, ia mengajak peserta untuk menghilangkan rasa cemas terhadap angka maupun laporan keuangan. Menurutnya, pelatihan ini tidak bertujuan menjadikan peserta sebagai akuntan atau ahli keuangan, melainkan membantu mereka memahami bahasa bisnis yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.
“Angka keuangan adalah bahasa bisnis internasional. Ketika seluruh unit memahami dasar-dasar finansial, komunikasi kerja akan menjadi lebih efektif dan keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran,” ujar Muhammad Akhdharisa SJ.
Peserta yang berasal dari berbagai bidang kerja seperti SDM, pemasaran, operasional, hingga produksi diberikan pemahaman mengenai keterkaitan antara aktivitas kerja dengan kondisi finansial perusahaan. Setiap keputusan operasional dinilai memiliki dampak terhadap biaya, pendapatan, efisiensi, hingga profitabilitas organisasi.
Pada sesi pembelajaran, materi disampaikan oleh Sulaiha Muhyiddin selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum. Peserta dibekali kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis laporan keuangan dasar seperti Income Statement, Balance Sheet, dan Cash Flow. Selain itu, peserta juga diarahkan untuk mampu menyusun perencanaan anggaran yang lebih efektif di unit kerja masing-masing serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data.
Sulaiha menegaskan bahwa literasi keuangan di industri semen bukan sekadar memahami angka, tetapi juga memahami bagaimana setiap keputusan di lini produksi maupun penjualan dapat berdampak pada keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Sebagai bagian dari rantai produksi yang masif, pemahaman ini memungkinkan kita untuk bertindak lebih efisien, meminimalkan pemborosan, dan memastikan setiap sumber daya yang digunakan memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif dan terbuka. Peserta didorong aktif berdiskusi serta membawa studi kasus nyata dari lingkungan kerja masing-masing agar materi yang diperoleh lebih mudah diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan diklat ini, perusahaan berharap seluruh peserta dapat memiliki pemahaman finansial yang lebih baik sehingga mampu berkontribusi dalam menciptakan efisiensi, meningkatkan kinerja bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih strategis di lingkungan kerja.





















