Minasanews.Com.Makassar— Pasca pencopotan Sumiati sebagai Kepsek SMAN 17 Makassar gegara didemo siswanya. Kini giliran Kepala SMA Negeri 20, Mirdan Midding yang dinonaktifkan juga karena siswa disekolah tersebut menggelar unjuk rasa, Senin(5/2/2024) dan meminta kepala sekolah dicopot dari jabatannya. Saat ini Mirdan Midding digantikan Plh dari salah seorang Wakasek di sekolah tersebut.
Buntut pencopotan dan penonaktifan kedua Kepsek ini berawal dari demo yang digelar para siswa. Jika Kepsek SMAN 17 Sumiati dicopot karena sikap otoriter dan adanya ketidakharmonisan dengan pihak guru. Kondisi berbeda dengan pencopotan Mirdan Midding dilakukan karena diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS.
Kepaa Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Ikbal Najamuddin kepada media membenarkan adanya aksi demo yang digelar siswa di SMAN 20 Makassar. Demo ini sempat menyebar informasinya melalui medsos dan baru saja ada laporan tentang adanya aksi tersebut.
“Untuk melakukan penelusuran atas adanya peristiwa ini kami sudah tugaskan tim untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan. Tim tersebut terdiri dari Kacab Disdik Wilayah 1, Kabid SMA dan Korwas,” ujar Iqbal.
Selanjutnya, kata Kadisdik ini. Pihak Disdik akan minta pihak Inspektorat turun untuk melakukan proses investigasi, untuk menelusuri kebenaran informasi bahwa siswa demo karena adanya dugaan soal Kepsek yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS.
“Nanti akan ada proses Investigasi dari Tim Disdik Provinsi Sulsel dan menyusul adanya langkah pemeriksaan dari pihak Inspektorat,” terangnya.
Untuk sementara sebagai langkah awal. “Disdik akan melakukan langkah penonaktifan Kepala sekolah untuk memudahkan proses pemeriksaan. Selanjutnya jabatan yang ditinggalkan itu akan ditunjuk Plh dari salah seorang Wakasek di sekolah tersebut,” pungkasnya.
Beredar informasi di SMAN 20 Makassar jika sejumlah Wakasek sempat mengancam akan mundur dari jabatannya. Selain itu beberapa agenda kegiatan siswa tidak direspon pihak Kepsek. Hal ini kemudian memicu aksi demo digelar para siswa usai mengikuti upacara.( Udi)





















