instagram youtube

Kota Bola Tanpa Stadion, Bagaikan Kota Tanpa Siri’

admin - Penulis Berita

Minggu, 5 Maret 2023 - 11:02 WIB

Minasanews.com, Makassar – 2 November 1915 adalah tanggal berdiri atau lahirnya sebuah klub sepakbola kebanggaan Kota Makassar yang awalnya bernama Macassarche Voetbalbond (MVB). Seiring berjalannya waktu klub ini melahirkan Atlet Sepakbola Nasional berbakat seperti Andi Ramang di masa penjajahan Tentara Belanda.

Kemudian masuk masa penjajahan Jepang, MVB berganti nama menjadi PSM Makassar dikarenakan setiap hal yang berbau tentang Belanda akan dihapuskan. Pada era liga perserikatan, PSM pertama kali menjadi juara pada tahun 1957 dengan mengalahkan PSMS Medan di partai final. Setelahnya, PSM beberapa kali menjadi juara dan runner up pada kompetisi sepakbola tertinggi Indonesia itu.

Tercatat PSM Makassar berhasil menjadi juara era perserikatan sebanyak 5 kali yaitu pada 1957, 1959, 1964-1965, 1965-1966, dan 1991-1992.

Namun sayang, setelah tim-tim perserikatan digabung dengan tim galatama menjadi Liga Indonesia, PSM baru satu kali merasakan gelar juara yaitu pada musim 2000. Setelahnya PSM lebih banyak berkutat di papan tengah hingga atas dan lima kali menjadi runner up pada tahun 1995-1996, 2001, 2003, 2004 dan 2018.

Dari beberapa Prestasi di peroleh tim kebanggan Makassar terkhusus Masyarakat Sulawesi ini kurang diperhatikan oleh pemerintah yang dimana kita ketahui bahwa minimnya fasilitas mulai dari tempat pemusatan Latihan yang tetap hingga Stadion berstandar Internasional sebagai markas untuk berlaga di kompetisi Liga dan AFC.

Baca Juga :  Hari Pers Nasional dan Kebebasan Menulis

Dalam dua tahun terakhir ini PSM harus menjadi tim musafir di liga maupun kompetisi Asia, tepat pada tahun 2022 PSM berhasil tembus ke Final Zona Asean hal tersebut sangat disayangkan karena PSM harus bermarkas di Stadion I Wayan Dipta Bali untuk menjadi markas pasukan Ramang sehingga hanya beberapa suporter Juku Eja yang dapat hadir merasakan animo untuk mendukung tim kebanggan Sulawesi.

Memasuki tahun 2023 PSM Makassar yang diawal musim banyak meragukan squad yang dimiliki oleh pasukan ramang ini untuk mengikuti kompetisi Liga 1 yang merupakan kasta tertinggi Sepakbola Indonesia. Namun Fakta yang terjadi Anak Asuh dari Bernardo Tavarez ini mengejutkan Publik Sepakbola Indonesia. Yang mana kita ketahui bersama pada putaran pertama Liga 1 PSM bertengger di puncak klasmen dan jelang berakhirnya putaran kedua ini PSM masih menjadi momok mematikan bagi tim-tim liga 1.

Sangat disayangkan PSM Makassar dapat bermarkas di Stadion Gelora B.J. Habibie di Kota Pare-pare. Kita bisa saksikan ribuan Suporter juku eja berangkat menuju kota Pare-pare hanya untuk menyaksikan dan mendukung Tim kebanggaannya dengan menempuh jarak 155km atau menempuh jarak kurang lebih 3 Jam perjalanan menuju Kota Cinta Habibie dan Ainun.

Baca Juga :  Alternatif Masyarakat, Organda Mahasiswa Dalam Pusaran Permasalahan Fungsional

Padahal di Makassar memiliki 2 Stadion yang kini terbengkalai yaitu Stadion Barombong dan Stadion Andi Mattalatta Mattoanging. Tapi hingga saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih tutup mata maupun telinga dengan prestasi dan suara hati Suporter PSM untuk membangun kembali Stadion di Kota Makassar.

Banyak harapan saya kepada Pemprov Sulsel maupun Pemkot Makassar untuk membangun kembali stadion kami. Lihatlah PSM Makassar insyaallah akan juara ditahun 2023 ini, Pemain, Staff dan Official butuh fasilitas yang memadai

Hanya itu saja cerita singkat saya yang menjadi Suporter sejak usia 9 tahun yang dimana diusia tersebut tidak pernah absen untuk memberikan dukungan langsung di Stadion Keramat Andi Mattalatta Mattoanging Makassar yang begitu banyak kenangan mulai dari Manjat Stadion dan menumpang di orang dewasa untuk masuk stadion.

Berita Terkait

Kriminaliasi Demo Mahasiswa, Ada Apa dengan Kepolisian?
Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik
Masa depan Suku Bajau yang bermukim di Morowali
Penguasa dan Cendekiawan
Rakyat Digeser, Ekonomi Tergeser: Menyoal Relokasi Pedagang Jalan Sawi Pasar Terong
PT Vale, Pemerintah, Oligarki, dan Masa Depan Masyarakat Luwu Timur
Akhir Dedikasi Walikota Terbaik
Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Berita Terkait

Senin, 3 April 2023 - 10:54 WIB

Minimnya Representasi Perempuan Dalam Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi Pemerintah Indonesia

Senin, 3 April 2023 - 11:11 WIB

Perempuan Pekerja Migran dan Masalah Kekerasan

Jumat, 18 Agustus 2023 - 11:04 WIB

Petualang Baru di Medan Perjuangan Sesungguhnya

Kamis, 10 Agustus 2023 - 21:26 WIB

MUSCAB Pemuda Pancasila SAPMA UNM Menuai Berbagai Kontroversi

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:49 WIB

Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik

Jumat, 10 Februari 2023 - 17:58 WIB

Hari Pers Nasional dan Kebebasan Menulis

Jumat, 23 Juni 2023 - 00:18 WIB

Masa depan Suku Bajau yang bermukim di Morowali

Senin, 17 Februari 2025 - 20:39 WIB

Jauh Panggang Dari Api, Cita-Cita pendidikan Bangsa Kian Distopia

Berita Terbaru

Dilarang Curi berita