instagram youtube

Terima Kasih Bahtiar, Telah Menyimpan Banyak Kisah di Sulsel

admin - Penulis Berita

Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:13 WIB

Minasanews.com,Makassar- Saya sesungguhnya tak berharap banyak ketika 5 September 2023, Bahtiar Baharuddin dilantik menjadi penjabat di provinsi Sulawesi Selatan. Bagi saya penjabat hanyalah orang yang diamanahkan untuk mengisi kekosongan dan mengawal RPJMD dengan baik. Rerata penjabat tak memiliki akar yang kuat untuk mengkonsolidasi pemerintahan. Bagi saya BB hanya diuntungkan oleh satu hal, di tubuhnya mengalir darah Bugis.

9 bulan akhirnya berlalu, kemarin, 17 Mei 2024, dirinya digeser ke Sulbar. Saya tak mengenalnya secara personal, hanya lintasan cerita-cerita dari orang-orang yang bersentuhan dengan dirinya. Juga dari media. Dan saya jujur saja, merasa kehilangan.

BB ternyata menyimpan jejak yang dalam di berbagai tempat. Dia mengejutkan dengan Cavendish. Pisang premium yang kerap didatangkan dari Filipina atau Australia. BB mendorong pengalihan lokasi produksi ke Sulsel dengan memanfaatkan lahan tidur. Bagi sebagian orang itu lelucon. Tapi bagi saya itu out of the box. Sebuah penyadaran bahwa pertanian harus di dorong ke batas industrialisasi yang ujung kesejahteraannya ada petani. BB menggunakan pisang untuk meneror kesadaran kita bahwa petani juga bisa sejahtera, syaratnya pemerintah harus hadir dengan kaffah diprosesnya. Waktu lain, Nangka madu ditarget 2 juta pohon sebagai tabungan tadi jangka panjang.

Baca Juga :  Petualang Baru di Medan Perjuangan Sesungguhnya

Apapun hasilnya, BB telah menyadarkan kita, bahwa industrialisasi pertanian yang memanusiakan petani itu bisa jalan ketika pemerintah tegak berdiri bersamanya.

Di sekitar birokrasi, ini kali pertama lampu kantor gubernur kerap menyala sampai larut malam. BB adalah tipikal workaholic. Pengabdian yang tak dibatasi jam kerja. Baginya Sulsel adalah daerah yang sangat dinamis, butuh akselerasi yang progresif untuk menjaga banyak hal. Dan itu kelihatan ketika dirinya di geser ke Sulbar. Inflasi Sulsel per Mei berada di urutan ke 9 terendah di Indonesia. Jauh lebih baik dari angka nasional.

Tapi apakah anda tahu bahwa untuk menjaga itu semua, hampir setiap saat dirinya ada di lorong-lorong pasar, mengontrol harga dengan langsung.

Dan kehilangan saya yang paling dalam atas kepergiaannya bahwa BB telah membawa Bugis Makassar dalam ruang pengabdiannya. Dirinya menolak elitisme. Kepalanya menunduk setiap bersalaman dengan siapa saja, sapaan puang enteng keluar dari mulutnya untuk menyapa para tokoh. Sangat enteng meletakkan tangannya pada kawan seiring, siapa pun itu. Mahasiswa sekali pun. Saya pikir itu pula yang menyebabkan forkopimda tampak begitu harmonis.

Baca Juga :  Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik

2 pekan kemarin, dirinya melebur bersama Kapolda dan forkopimda lainnya di sekitar Luwu. Bukan saja memantau efek bencana alam yang begitu mengejutkan. Tapi ada di lapangan, turut memanggil korban ke heli. Kakinya terbenam lumpur. Dan wajahnya tak kelihatan lelah. Buat saya, itu sungguh laku membumikan kepemimpinan. Mali sipatappe, Sipatuwo sipatokkong.

Terimakasih Bahtiar Baharuddin atas 270 hari bersama Sulsel. Terimakasih atas kebugisannya dalam memimpin. Terimakasih atas empatinya yang dalam terhadap seluruh korban bencana. Bagi saya, dirimu adalah tokoh yang ripurio ripurennu.

Dan selamat datang untukmu Prof. Zudan. Selamat datang di tanah yang tak saja melahirkan petarung seperti Hasanuddin dan Arung Palakka, tapi juga melahirkan para cendekia yang agung seperti Karaeng Pattingalloang dan Kajao Laliddong.

Untuk keduanya; rampea kaluku nakurampeki golla

Fadly Bakti syam
Direktur riset politik Kaukus Muda Sulawesi

Berita Terkait

Rakyat Digeser, Ekonomi Tergeser: Menyoal Relokasi Pedagang Jalan Sawi Pasar Terong
Kriminaliasi Demo Mahasiswa, Ada Apa dengan Kepolisian?
Telaah kritis : Menuju Gen Indonesia Emas 2045
Konser Musik Coldplay dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Beda Pilihan Jelang Tahun Politik 2024
Peran Pemuda Dalam Ekonomi Kreatif Sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi Nasional
Kota Bola Tanpa Stadion, Bagaikan Kota Tanpa Siri’
Minimnya Representasi Perempuan Dalam Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi Pemerintah Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 23 Juni 2023 - 00:18 WIB

Masa depan Suku Bajau yang bermukim di Morowali

Sabtu, 22 Februari 2025 - 10:18 WIB

Telaah kritis : Menuju Gen Indonesia Emas 2045

Jumat, 10 Februari 2023 - 17:58 WIB

Hari Pers Nasional dan Kebebasan Menulis

Minggu, 5 Mei 2024 - 00:00 WIB

Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:53 WIB

Peran Pemuda Dalam Ekonomi Kreatif Sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi Nasional

Kamis, 20 Februari 2025 - 17:11 WIB

Akhir Dedikasi Walikota Terbaik

Minggu, 30 April 2023 - 18:23 WIB

Beda Pilihan Jelang Tahun Politik 2024

Senin, 3 April 2023 - 10:54 WIB

Minimnya Representasi Perempuan Dalam Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi Pemerintah Indonesia

Berita Terbaru

Dilarang Curi berita