instagram youtube

Demokrasi Ideal

admin - Penulis Berita

Selasa, 30 Mei 2023 - 17:26 WIB

Minasanews.com, Makassar – Dalam alam idea bisa digambarkan suatu bangunan negara yang ideal atas nama demokrasi. Namun dalam dunia nyata dihadapkan dengan berbagai rintangan sehingga tidak jarang ditemui, demokrasi dalam praktik berlainan sekali bentuknya dengan patokan idealnya.

Di alam praktik kita berhadapan dengan sifat manusia yang lamban, yang tidak begitu mudah menerima yang baru dan ingin berpegang pada kebiasaan. Selanjutnya pemahaman yang keliru dan salah tentang demokrasi, menimbulkan berbagai respon yang juga keliru.

Reaksi terhadap penindasan di masa lampau menimbulkan sikap yang menantang kepada segala ikatan persekutuan. Kebebasan yang baru diperoleh seringkali menghilangkan pertimbangan, bahwa demokrasi ada batasnya (Moh. Hatta: 2009, 12).

Demokrasi sering dipahami bahwa tiap-tiap golongan boleh bertindak dengan sekehendaknya. Bukankah kedaulatan rakyat berarti bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat, rakyat mempunyai kekuasaan yang tertinggi? Rakyat adalah raja dan sumber datangnya hukum, oleh karenya rakyat boleh melakukan apa saja sesuai dengan perasaan kebenaran dan keadilan yang hidup dalam golongannya.

Baca Juga :  Sukarmis Egil, Pengusaha Roti Asal Bone, Perluas Pasar dengan Brand Fans Bread

Juga atas nama demokrasi beberapa penganjur dapat mengajak sekelompok rakyat di tempatnya untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Oleh karena kadaulatan ada di tangan rakyat, sekelompok masyarakat “menyodorkan” keinginannya dan meminta agar negara memenuhi keinginan-keinginan itu. Jika pemerintah menolak tuntutan itu, maka dikatakan bahwa pemerintah menentang demokrasi.

Apakah jadinya dengan suatu negara jika tiap-tiap golongan boleh mengambil keputusan sesuai kehendaknya sendiri atas nama demokrasi, apalagi jika keputusan itu bertentangan satu sama lain.

Baca Juga :  Implikasi Konflik Rusia-Ukraina terhadap Indonesia : Dampak dan Strategi

Demokrasi Indonesia telah ditetapkan dengan resmi di dalam konstitusi, konstitusi telah mengatur bagaimana demokrasi tersebar dalam berbagai lembaga negara. Lembaga-lembaga negara inilah yang menjadi wakil dari rakyat dalam berdemokrasi, dengan kata lain, pemerintah atas nama demokrasi menanggung beban besar dalam mewujudkan kedaulatan rakyat itu.

Syarat yang paling mutlak dari semua itu adalah kita harus yakin akan kebenaran dan kebaikan demokrasi bagi susunan negara kita. Bahwa ia adalah dasar yang sebaik-baiknya untuk mencapai Indonesia sejahtera, dengan tetap mengadakan koreksi atas segala hal yang menjadi rintangan.

 

Penulis

Sulaiman Ahmad

Berita Terkait

Rakyat Digeser, Ekonomi Tergeser: Menyoal Relokasi Pedagang Jalan Sawi Pasar Terong
Petualang Baru di Medan Perjuangan Sesungguhnya
Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik
Terima Kasih Bahtiar, Telah Menyimpan Banyak Kisah di Sulsel
Millenial Sebagai Solutif Arah Generasi Bangsa
Minimnya Representasi Perempuan Dalam Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi Pemerintah Indonesia
Kota Bola Tanpa Stadion, Bagaikan Kota Tanpa Siri’
Konser Musik Coldplay dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:36 WIB

Rakyat Digeser, Ekonomi Tergeser: Menyoal Relokasi Pedagang Jalan Sawi Pasar Terong

Jumat, 18 Agustus 2023 - 11:04 WIB

Petualang Baru di Medan Perjuangan Sesungguhnya

Rabu, 24 Mei 2023 - 18:14 WIB

Millenial Sebagai Solutif Arah Generasi Bangsa

Kamis, 16 Februari 2023 - 13:40 WIB

Penguasa dan Cendekiawan

Minggu, 5 Mei 2024 - 00:00 WIB

Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Kamis, 11 Mei 2023 - 13:02 WIB

Cermati Langkah Judicial Review, Kewenangan Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi

Senin, 3 April 2023 - 11:11 WIB

Perempuan Pekerja Migran dan Masalah Kekerasan

Minggu, 5 Maret 2023 - 11:02 WIB

Kota Bola Tanpa Stadion, Bagaikan Kota Tanpa Siri’

Berita Terbaru

Daerah

Wabup Barru Soroti Sikap Tegang Peserta MTQ

Sabtu, 11 Apr 2026 - 21:01 WIB

Dilarang Curi berita