instagram youtube

Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Rusdi - Penulis Berita

Minggu, 5 Mei 2024 - 00:00 WIB

Minasanews.Com.Barru— Kasus penemuan sabu seberat 30 kg diatas kapal KLM Bukit Arafah yang sedang berlabuh di Pelabuhan Awerange, Rabu(24/4/2024) menjadi heboh karena aparat Satresnarkoba berhasil menguber dan membongkar isi kapal pengangkut kayu dan rumput laut dari Tarakan Kaltara tujuan Pelabuhan Awerange ini.

Ternyata yang diuber aparat Satresnarkoba Polres Barru adanya informasi bahwa ada barang haram ikut termuat dalam kapal tersebut. Info itu sempat dilaporkan anggota Satresnarkoba ke Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto.,S.I.K.

Alumni Akpol 2003 Batalyon Tantya Sudhirajati (TS) yang berpengalaman dibidang Reserse ini kemudian memerintahkan untuk mengintai aksi bongkar muat kapal tersebut, hingga akhirnya menemukan bungkusan berupa sabu dalam tiga kardus dengan ukuran berbeda dan ternyata berisi sabu yang diperkirakan beratnya mencapai 30 kg.

Dalam waktu yang tidak lama saat dilakukan aksi bongkar muat di kapal kayu itu, ada seorang pria yang datang dengan mengendarai mobil bersama istri dan anaknya. Pria ini belakangan dicurigai akan menjemput sabu tersebut dan benar adanya. Pria ini kemudian diciduk sesaat sebelum membawa sabu itu naik ke mobilnya.

Meski pria berinitial MZN hanya disebut-sebut sebagai kurir karena ternyata pemilik sabu ini adalah Bos AD yang saat ini masih menjalani proses hukum di Lapas Tarakan.

“Pemilik sabu 30 kg ini merupakan milik Bos AD yang sekarang mendekam di Lapas Tarakan. Barang haram ini dikendalikan AD dari dalam penjara,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djayadi saat memimpin konferensi pers di Mapolda Sulsel.

Lalu siapa sosok AKBP Dodik Susianto.,S.I.K Kapolres Barru yang dinilai sukses membongkar kasus penemuan sabu seberat 30 kg ini.

Baca Juga :  PT Vale, Pemerintah, Oligarki, dan Masa Depan Masyarakat Luwu Timur

Sebelum menjabat sebagai Kapolres Barru, AKBP Dodik Susianto.,S.I.K sudah malang melintang dalam hal penugasan diberbagai kota dan kabupaten di Sulsel.

Sebelum dipercaya sebagai Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto.,S.I.K menjabat sebagai Kapolres Barru. Dodik dipercaya Melaksanakan tugas di Lemdiklat Polri tepatnya di AKPOL, dimana Lemdiklat AKPOL adalah merupakan Suatu Lembaga Pendidikan Polri yang telah mencetak dan melahirkan Pemimpin-pemimpin Polri serta Calon2 Pemimpin Polri ke depan. Pada saat di AKPOL Dodik di percaya menduduki jabatan Kasubagmin Mentarsis Ditbintarlat Akpol, Danyotar TK IV Batalyon Arkana Satriadharma (AS) dan Danyontar TK I Batalyon Adhi Wiratama (AW).

Sosok Dodik yang juga Alumni Akpol 2003 ini disegani para pelaku kejahatan di Makassar karena pernah menangkap 180 penjahat saat dirinya menjadi Kapolsek Panakukang Kota Makassar yang dikenal sebagai wilayah rawan aksi kriminal ketika Dodik menduduki jabatan Kapolsek.

Diwilayah Polrestabes Makassar, Dodik sempat dua kali menduduki jabatan penting. Dua kali jadi Kapolsek. Pertama sebagai Kapolsek Biringkanaya kemudian Kapolsek Panakukang, sebelum dipercaya menjadi Kapolsek , Dia diparcaya menjadi Kabag OPS Polres Pelabuhan Makassar.

Pria jebolan Sespimmen Angkatan 58 ini dikenal mudah akrab dengan siapa saja. Dodik yang tak kenal perbedaan status, strata dan agama ini sangat gampang kenal dengan orang disekelilingnya. Bahkan seorang tukang yang bekerja di Mapolres Barru saja setiap saat disapa dan dicandainya.

Selepas dari jabatan Kasat Reskrim Polres Bantaeng dan Wajo dengan pangkat AKP. Dodik naik pangkat menjadi Kompol kemudian menduduki posisi Kabag Ops Polres Pelabuhan Makassar, lalu Kapolsek Biringkanaya dan Kapolsek Panakukang. Karir Dodik tidak sampai disitu saja. Setelah menduduki dua jabatan strategis sebagai Kapolsek di wilayah Makassar, Kompol Dodik yang karirnya terus menanjak hingga dipercaya menduduki jabatan Wakapolres Bone.

Baca Juga :  Alasan Ekonomi Pasutri Ini Rela Edarkan Sabu di Barru

Dilain pihak bahwa Dodik menyatakan semua keberhasilan Dinas dia selama berkarier di Kepolisian tidak luput dari berkah dan do’a Orang Tua serta do’a dari masyarakat tempat dirinya berdinas. Selain do’a dari masyarakat tentunya kolaborasi dengan unsur terkait lain seperti peran media dan Informasi dari masyarakat sangatlah penting dalam rangka menjalankan tugas dan keberhasilan Polri di lapangan.

Ada hal menarik yang slalu di sampaikan kepada seluruh anggotanya khususnya Polres Barru bahwa *Menjadi seorang Polisi itu bukan hanya Profesi melainkan Jalan untuk Mengabdi*. Selain itu Dodik selalu juga menekankan kepada anggota agar selalu dekat dengan semua lapisan masyarakat agar masyarakat juga berani untuk memberikan informasi-informasi kepada Polri khususnya di wilayah Polres Barru dan hal ini dibuktikan dengan adanya pengungkapan barang haram jenis Sabu-sabu sebanyak 30 kg.

Perlahan Dodik terus menggapai karir hingga menduduki jabatan Kapolres Barru dan sekarang baru saja sukses membongkar kasus penemuan Narkotika sejenis sabu seberat 30 kg diatas Kapal KLM Bukit Arafah di Pelabuhan Awerange.

Penemuan sabu 30 kg merupakan catatan prestasi gemilang yang patut diraih dan disematkan ke AKBP Dodik Susianto.,S.I.K. Saking prestisiusnya penemuan barang haram ini mendapat Apresiasi Khusus oleh Bapak Kapolda dan dilaksanakan konferensi pers khusus yang ditempatkan di Mapolda Sulsel dan dipimpin langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djayadi.,S.I.K.,M.H.

Prestasi yang dicapai Dodik pantas menuai dukungan dan ucapan selamat dari berbagai pihak dan elemen. Pujian dan ucapan itu beredar luas dan mengalir disejumlah medsos.( Udi)

Berita Terkait

Alternatif Masyarakat, Organda Mahasiswa Dalam Pusaran Permasalahan Fungsional
Tidak Ada yang Lebih Puitis Dari Pada Berbicara Kebenaran
PT Vale, Pemerintah, Oligarki, dan Masa Depan Masyarakat Luwu Timur
Dampak AI terhadap Lapangan Kerja Indonesia, Perspektif Setelah Melatih 500 Karyawan
Implikasi Konflik Rusia-Ukraina terhadap Indonesia : Dampak dan Strategi
Beda Pilihan Jelang Tahun Politik 2024
Akhir Dedikasi Walikota Terbaik
Kriminaliasi Demo Mahasiswa, Ada Apa dengan Kepolisian?

Berita Terkait

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:49 WIB

Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik

Selasa, 2 Mei 2023 - 17:28 WIB

Pedagogi Hitam Sistem Pendidikan yang tidak Relevan dengan Masa Kini

Selasa, 30 Mei 2023 - 17:26 WIB

Demokrasi Ideal

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:36 WIB

Dampak AI terhadap Lapangan Kerja Indonesia, Perspektif Setelah Melatih 500 Karyawan

Senin, 17 Februari 2025 - 20:39 WIB

Jauh Panggang Dari Api, Cita-Cita pendidikan Bangsa Kian Distopia

Jumat, 10 Februari 2023 - 17:58 WIB

Hari Pers Nasional dan Kebebasan Menulis

Sabtu, 18 Mei 2024 - 16:13 WIB

Terima Kasih Bahtiar, Telah Menyimpan Banyak Kisah di Sulsel

Minggu, 30 April 2023 - 18:23 WIB

Beda Pilihan Jelang Tahun Politik 2024

Berita Terbaru

Daerah

35 Cakades Barru Deklarasi Damai Jelang Pilkades

Senin, 18 Mei 2026 - 18:52 WIB

Daerah

Bupati Andi Ina Siapkan Konsep “Wisata Kereta”

Senin, 18 Mei 2026 - 18:48 WIB

Daerah

Kapolres Barru Komitmen Kawal Koperasi Merah Putih

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:30 WIB

Dilarang Curi berita