Minasanews.Sumbar— Dari 23 pendaki yang mencoba naik ke gunung Marapi yang terletak di Provinsi Sumatera Barat ini dilaporkan 11 orang merenggang nyawa akibat terjebak letusan gunung Marapi saat melakukan pendakian. Sedangkan 12 pendaki lainnya belum berhasil ditemukan.
Pendakian paling tragis di Gunung Marapi ini menyebabkan 11 orang dinyatakan tewas dikawasan gunung tersebut.
Peristiwa nahas yang menimpa puluhan pendaki gunung Marapi itu terjebak dari letusan gunung sehingga sedikitnya 11 pendaki meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi, Sumatera Barat, Senin (4/12/2023).
Hingga saat ini Tim SAR masih melakukan upaya pencarian dari keberadaan 12 pendaki lain yang terjebak.
Para korban tewas yang diperkirakan berjumlah 11 orang( Data sementara) belum bisa diidentifikasi identitasnya karena para korban meninggal dunia masih dalam tahap pendataan.
Begitu pula dari 12 orang pendaki lainnya yang dilaporkan masih terjebak dari letusan gunung Marapi tersebut. Sama sekali belum.diketahui keberadaannya akibat keterbatasan Tim SAR untuk mèlakukan upaya pencarian karena kondisi gunung Marapi yang masih terus menunjukkan aktifitas letusan.
Gunung Marapi tersebut masih terus memuntahkan abu vulkanik setinggi 3 km hingga Minggu. Gunung setinggi 2.891 m itu merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di kawasan pulau Sumatera.
Ketinggian gunung Marapi ini mencapai 2.891 m dari permukaan laut mengalami erupsi pada Minggu (3/12/2023) siang.
Awal erupsi gunung Marapi ini ditandai muntahan kolom abu berisi material vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah. Saat erupsi terjadi, puluhan pendaki terjebak, dan setidaknya ada 11 yang tewas.
Pihak Polda Sumbar sudah menyiapkan Posko DVI untuk melakukan identifikasi korban erupsi Marapi. Berdasarkan laporan dari tempat kejadian, ada sekitar 70 an pendaki yang mendaki di Gunung.Marapi sebelum mengeluarkan abu vulkanik.( Udi)





















