instagram youtube

Akhir Dedikasi Walikota Terbaik

admin - Penulis Berita

Kamis, 20 Februari 2025 - 17:11 WIB

Minasanews.com,Makassar- Mungkin akan banyak yang bertanya kenapa saya menyebut Danny Pomanto sebagai walikota terbaik, bukan tanpa alasan fakta kemudian berbicara 9 tahun selama dua periode beliau menjabat ada 420 penghargaan yang salah satu diantaranya penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, yaitu Parasamya Purnakarya Nugraha yang terakhir kali didapatkan di era walikota Patompo.

Bukan hanya pengakuan dinegeri tercinta, beliaupun mendapatkan apsresiasi dunia dan pengakuan dari manca negara atas dedikasi dan pengabdian beliau selama menjabat walikota makassar. Penghargaan seperti kota terbahagia di dunia (peringkat 234), kota smart di dunia (peringkat 115), kota global (peringkat 454), hingga kota sehat se-Asia Tenggara versi World Health Organization (WHO) juga beliau persembahkan.

Bahkan dibeberapa negara beliau diundang khusus sebagai pembicara memperesentasikan keberhasilan beliau dihadapan negara negara yang lain, yang terakhir beberapa minggu yang lalu beliau diundang dijepang bersama walikota yang ada di Chile untuk mempresentasikan bagaimana program kota makassar bisa menjadi kota sehat bebas Carbon.

Berbagai prestasi yang beliau raih tentu tidak terlepas dari bagaimana penerapan tata kelola yang baik di pemerintahan yang pak dani pimpin, dan yang paling luar biasa dari semuanya peningkatan PAD kota makassar yang sebelum beliau menjabat hanya sebesar 500 milyar rupiah diakhir masa jabatan beliau PAD menembus angka 2 Triliun rupiah atau meningkat 4 kali lipat.

Baca Juga :  Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Dengan pendapatan PAD yang beliau berhasil tingkatkan Pak Danny Pomanto juga mengangkat derajat para pegawai pemerintahan. Bayangkan saja dibeberapa sektor, pendapatan para pegawai pemerintahan naik berkali kali lipat, sebut saja beberapa diantaranya pegawai honorer yang sebelumnya menerima gaji Rp 300.000 sekarang menembus angka Rp 1.500.000 ditambah insentif, Ketua RT/ RW yang sebelumnya jauh dari harapan penghasilan manusia sewajarnya skarang mendapatkan Rp.2000.000 perbulannya dan yang paling luar biasa Pegawai kebersihan yang seblumnya hanya Rp 75.000 sekarang menembus angka RP. 2.200.000 belum lagi peningkatan pendapatan para pejabat eselon 2 dilingkup pemerintah SKPD kota

Makassar menjadi bukti bahwa Pak Danny Pomanto telah mengangkat derajat Pemerintahan dikota Makassar dan penyematan sebagai walikota terbaik menjadi sebuah hal yang sangat wajar disematkan kepada pemimpin tanpa sekat, pemimpin perubahan, pemimpin yang berhasil mengubah mindset ASN untuk bekerja atas nama kepentingan masyarakat makassar dan pemimpin itu bernama DANNY POMANTO.

Maka tak heran saat apel terakhir di masa kepemimpinan beliau bersama istri tercinta Indira Yusuf Ismail, suasana haru dan isak tangis tak terbendung saat beliau menyalami satu persatu pegawai dibalaikota Makassar, rasa rasanya tak ingin berpisah dengan sosok pemimpin yang telah berprestasi mengangkat derajat mereka, tapi tak ada pesta yang tak usai baik menjadi orang penting tapi lebih penting menjadi orang yang baik tutup beliau diakhir sambutan apel paginya.

Baca Juga :  Kriminaliasi Demo Mahasiswa, Ada Apa dengan Kepolisian?

Ada pesan yang haru yang secara pribadi kami kutip di sambutan beliau, pak Danny meminta untuk membantu walikota dan wawali terpilih agar program unggulan bliau bisa diwujudkan dan tentunya beliau mendoakan agar pemerintahan yang baru bisa jauh lebih baik darinya tentu ini pelajaran berharga untuk kami pribadi bagaimana kebesaran jiwa beliau didepan para pejabat lingkup pemerintahan kota makassar.

Terima kasih Pak walikota Makassar dan Ibu Ketua penggerak PKK Makassar atas dedikasi dan karya abadimu untuk kota tercinta teruslah berkarya dan sehatlah selalu bersama keluarga dan sampai berjumpa diruang pengabdian yang lain.

Penulis: BOJAN, Ketua komando mahasiswa merah putih sulsel , dikutip saat mendampingi pak wali pamit diakhir masa jabatan.

Berita Terkait

Konser Musik Coldplay dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Pedagogi Hitam Sistem Pendidikan yang tidak Relevan dengan Masa Kini
Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik
Cermati Langkah Judicial Review, Kewenangan Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi
Kota Bola Tanpa Stadion, Bagaikan Kota Tanpa Siri’
Kriminaliasi Demo Mahasiswa, Ada Apa dengan Kepolisian?
Terima Kasih Bahtiar, Telah Menyimpan Banyak Kisah di Sulsel
Implikasi Konflik Rusia-Ukraina terhadap Indonesia : Dampak dan Strategi

Berita Terkait

Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:53 WIB

Peran Pemuda Dalam Ekonomi Kreatif Sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi Nasional

Selasa, 2 Mei 2023 - 17:28 WIB

Pedagogi Hitam Sistem Pendidikan yang tidak Relevan dengan Masa Kini

Senin, 3 April 2023 - 10:54 WIB

Minimnya Representasi Perempuan Dalam Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi Pemerintah Indonesia

Senin, 3 April 2023 - 11:11 WIB

Perempuan Pekerja Migran dan Masalah Kekerasan

Jumat, 10 Februari 2023 - 17:58 WIB

Hari Pers Nasional dan Kebebasan Menulis

Rabu, 24 Mei 2023 - 15:01 WIB

PT Vale, Pemerintah, Oligarki, dan Masa Depan Masyarakat Luwu Timur

Rabu, 24 Mei 2023 - 15:42 WIB

Konser Musik Coldplay dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Rabu, 24 Mei 2023 - 18:14 WIB

Millenial Sebagai Solutif Arah Generasi Bangsa

Berita Terbaru

Daerah

Plh Sekda Tegaskan Pilkades Tidak Sekadar Pilih Cakades

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:10 WIB

Daerah

Pemkab Barru Tegas Tidak Ada Ruang Untuk Korupsi

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:07 WIB

Dilarang Curi berita