Minasanews.Com.Pangkep— Kepergian untuk selama-lamanya seorang Ibu hamil bersama bayi yang dikandungnya saat hendak dirujuk ke Pulau Lombok tidak hanya menyisakan duka bagi keluarganya. Tetapi warga Liukang Tangaya merasa khawatir jika peristiwa yang merenggut nyawa Nur Jannah(29) berulang kepada warga lainnya saat membutuhkan pelayanan kesehatan dalam kondisi darurat seperti yang dialami Almarhumah.
Salah satu kelompok masyarakat kepulauan Liukang Tangaya yang mengatasnamakan dirinya kelompok mahasiswa asal Pulau terluar ini kemudian menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Pangkep karena tidak terima dengan apa yang dialami warganya meninggal dunia dalam keadaan hamil dan dirujuk ke Pulau Provinsi lain hanya untuk membutuhkan pelayanan kesehatan.
Unjuk rasa ini digelar Mahasiswa Liukang Tangaya, Selasa (26/03/2024). Himpunan Mahasiswa Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep ini mengaku Kembali Melakukan aksi protes kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Pangkep.
Para mahasiswa ini mengajukan tuntutan dengan
1. Mendesak Bupati Kabupaten Pangkep Untuk Segera Menghadirkan Tenaga Medis Dan Tenaga Kesehatan Teruntuk R.S Pratama Sailus
2. Bupati Kabupaten Pangkep Segera Evaluasi Penemapatan Tenaga Kesehatan Yang Ada Dikecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep.
3. Copot Kepala Dinas Kesehatan Kabuten Pangkep Yang Tidak Mampu Memberikan Solutif Atas Sulitnya Pelayanan R.S Pratama Sailus
Wahyudi sebagai Ketua Bidang Advokasi Dan Investigasi sekaligus Jendral lapangan pada saat melakukan aksi unjuk rasa mengatakan dalam orasi bahwa aksi persoalan R.S Pratama Sailus Ini bukan lagi aksi pertama atau dua kalinya melainkan aksi yang sudah berjilid-jilid namun melihat realitas bentuk upaya Bupati Pangkep Itu belum ada solutif dan tidak ada yang dilakukan dalam upaya menangani persaoalan permasalahan R.S Pratama Sailus yang belum optimal pelayananya.
Masih dalam aksi ini. Asrullah Selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya kecewa pula sebab dalam aksi tersebut Pemerintah Daerah atau Bupati Pangkep tidak menemui massa aksi untuk melakukan audinesi. Ini salah satu landasan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangkep Memang tidak serius dalam mengupayakan pembenahan apa yang menjadi masalah kesehatan di kepulauan.
“Sampai kapan masyarakat kepulauan harus selalu dirujuk Ke NTB karena tidak adanya tenaga medis di kepulauan,” teriak Asrullah saat demo di kantor Bupati Pangkep.( Udi)





















