instagram youtube

Miris, Bayi Kembar Lahir Prematur Meninggal Didua Rumah Sakit Berbeda

Rusdi - Penulis Berita

Rabu, 8 Oktober 2025 - 16:56 WIB

Minasanews.Com.Barru— Perjuangan melahirkan bayi kembar dua oleh seorang Ibu di RSUD Barru berakhir pilu. Kedua bayi yang dilahirkan itu berujung miris karena menghembuskan nafas terakhirnya di dua Rumah Sakit berbeda. Anak kembar pertama dengan berat 1,3 kg meninggal dunia saat baru lahir, Selasa siang (7/10/2025) di RSUD Lapatarai Kabupaten Barru.

Kemudian selasa malam, menyusul adik kembarnya yang nyawanya tak tertolong setelah dirujuk ke RS Ainun Habibie di Kota Pare-pare. Kondisi bayi kembar ini lahir dalam keadaan prematur karena yang pertama memiliki berat badan 1,3 kg kemudian adiknya hanya 1,2 kilogram.

Kedua bayi kembar tersebut meninggal dunia, kata dokter Andi Risko Amaliah karena mengalami potensi sesak nafas, lantaran yang keluar saat lahir adalah bokong sehingga mengalami gangguan pernafasan
Dokter spesialis anak ini menjelaskan bahwa bayi yang lahir bokong sangat rentan mengalami sesak nafas.

Baca Juga :  Bupati Andi Ina Prihatin EKG Puskesmas Mallusetasi Sudah Dua Tahun Rusak

Kondisi inilah yang dialami kedua bayi kembar yang meninggal dunia itu. “Kita sudah berusaha memberikan penanganan yang terbaik dalam proses kelahiran dari kedua bayi tersebut. Bahkan satu diantaranya terpaksa dirujuk ke RS Ainun Habibi, namun nyawanya juga tidak bisa terselamatkan,” kata dokter Andi Risko.

Dokter spesialis anak yang menangani bayi kembar setelah lahir itu menyatakan dirinya bukan hanya memberikan pelayanan saat berada di RSUD Lapatarai Barru. Tetapi dirinya juga menangani bayi yang dirujuk di RS Ainun karena memang bertugas didua Rumah Sakit ini.

Risko juga menjelaskan lebih detail bahwa bayi lahir dengan bokong keluar lebih awal bukan hanya rawan sesak nafas. Kondisi demikian juga bisa memicu tingkat stres bayi yang semakin meningkat dan akan diikuti kenaikan gula darah.

Baca Juga :  Wabup Abustan Akui Angka Stuntimg di Barru Naik Hampir 10 Persen

“Lahir bokong paling berpengaruh kemudian memicu sesak nafas bayi, sehingga sulit tertolong. Adapun tambahan kondisi lain seperti prematur dan kematangan paru yang tidak mendukung merupakan pemicu tambahan saja,” jelasnya.

Untuk kondisi bayi prematur dengan berat badan 1,2 kg masih banyak yang bisa ditangani dengan baik dan bisa bertahan hidup. “Contoh dihari kelahiran bayi kembar di RSUD Lapatarai itu juga ada bayi prematur dengan berat badan 1,2 kg, tetapi bukan lahir bokong yang saya tangani di RS Ainun sampai hari ini kondisinya masih bagus,”ujar dokter spesialis anak ini.

Dokter Andi Risko juga tak menampik jika soal fasilitas kedua Rumah Sakit yang ditempati bertugas ini sangat berbeda. Sarana penanganan bayi dan anak di RS Ainun masih lebih baik dari RSUD Lapatarai.( Udi)

Berita Terkait

Wabup Cerita Kasus Ibu Mengeluh Bayinya Tak Mau Menyusu Gegara Ayah Perokok Berat
Dua Bayi Kembar di Desa Lempang Terindikasi Stunting
Ketua TP PKK Barru Hasnah Syam Ajak Semua Elemen Bersatu Turunkan Stunting
Menkes Kagumi Tiga Program TP PKK Barru Turunkan Angka Stunting
Pemkab Pangkep Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan 10.700 Pekerja Rentan dan THL
Digagas Hasnah Syam, Sosialisasi BBPOM Sasar Anggota Pramuka Barru
Pemkab Pangkep Kerjasama Unhas Gelar Donor Darah
Hasnah Syam Ajak Warga Kiru-kiru Hidup Sehat

Berita Terkait

Senin, 15 Mei 2023 - 21:23 WIB

Bupati MYL Resmikan RS Pratama, Warga Pulau Terluar Pangkep Miliki Rumah Sakit

Senin, 9 September 2024 - 21:23 WIB

Taktik Jitu Suardi Saleh Sadarkan Warga Barru Tentang Cara Hidup Sehat

Kamis, 14 Desember 2023 - 05:02 WIB

Dinsos Barru Dorong Mpok Darti Sebar Informasi Bahaya Stunting

Minggu, 30 November 2025 - 21:10 WIB

Komitmen PMI Barru Peningkatan Pelayanan Kemanusiaan Cepat, Tepat dan Profesional

Rabu, 12 Februari 2025 - 19:18 WIB

Pemkab Pangkep Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:59 WIB

Program Aksi Stop Stunting Sulsel Sasar 21 Desa Kelurahan di Barru

Kamis, 19 Oktober 2023 - 07:25 WIB

Bupati MYL Dorong Program Genius Berkolaborasi Atasi Stunting

Jumat, 22 November 2024 - 05:47 WIB

DPRD Barru Inisiasi Penerbitan Ranperda Inisiatif Perizinan Berusaha

Berita Terbaru

Daerah

Plh Sekda Tegaskan Pilkades Tidak Sekadar Pilih Cakades

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:10 WIB

Daerah

Pemkab Barru Tegas Tidak Ada Ruang Untuk Korupsi

Kamis, 16 Apr 2026 - 15:07 WIB

Dilarang Curi berita