Minasanews.com,Makassar- Organisasi mahasiswa daerah sebagai wadah berkumpulnya mahasiswa yang berasal dari satu daerah yang sama,dan memiliki peranan penting dalam perkembangan dan kemajuan daerah. Organisasi mahasiswa daerah yang merupakan kelompok masyarakat akademis dan intelektual yang menjadi alat penyeimbang bagi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan selagi menancapkan peranannya dalam membawa aspirasi masyarakat, tentu saja hal ini menjadi alasan mengapa organisasi mahasiswa daerah merupakan salah satu entitas yang penting dalam bernegara.
Mahasiswa yang dianugrahi dengan pengetahuan yang luas dan nalar kritis, seharusnya mampu mendorong dan meningkatkan kualitas pendidikan, budaya, ekonomi dan literasi masyarakat. Sebab mahasiswa adalah tonggak utama dari perwujudan masyarakat yang cerdas dalam membangun negara. Maka dari itu dibutuhkan wadah yang mampu melahirkan insan-insan yang intelektual, inovatif, dan visoner, salah satunya adalah organisasi mahasiwa daerah yang seharusnya hadir membawa tujuan dengan nilai-nilai tersebut.
Namun jika melihat realitas organisasi mahasiswa daerah saat ini, justru berbanding terbalik dari nilai-nilai yang diharapkan tadi, tentu tidak adanya nilai yang melekat pada gerak organisasi mahasiswa daerah dapat kita lacak dari beberapa hal, antara lain pola pengaderan, program-program yang tidak substansial, dan kebiasaan buruk yang tumbuh dalam internal organisasi, sehingga tidak mampu mengoptimalkan peran dan potensi organisasi mahasiswa daerah.
Berbicara mengenai peran, organisasi mahasiswa daerah memiliki sedikit perbedaan dengan organisasi mahasiswa internal atupun organisasi eksternal kampus lainnya, yang lebih memfokuskan pada keilmuan yang mengiringi kebijakan politik pemerintahan nasional, sedangkan organisasi mahasiswa daerah lebih mengedepankan kepentingan daerah dalam setiap gerakannya sebagai ujung tombak dalam membawa perubahan di daerahnya.
Maka dibutuhkan wadah gerak alternatif lainnya untuk mebangkitkan kesadaran kolektif masyarakat, tentu saja organisasi mahasiswa daerah menjadi salah satunya. Organisasi mahasiswa daerah seyogyanya, melakukan gerakan aktivisme yang mendorong pengembangan tata kelola pemerintah, juga melakukan kampanye advokasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sudah semestinya demikian, sebab organisasi mahasiswa daerah mampu melakukan gerakan aktivisme di daerahnya yang jauh dari sentral pemerintahan, yang kebanyakan masyarakatnya masih buta terhadap politik. Dengan adanya organisasi kedaerahan yang memberikan edukasi, maka masyarakat di daerah diharapkan dapat melihat permasalahan yang ada disekitarnya.
Harus disadari bahwa problematika yang terjadi di masyarakat seperti sosial, politik, ekonomi, dan budaya terkadang berasal dari daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, dan seringkali kebijakan-kebijakan yang diproduksi pemerintah nasional menggeneralisir dalam melihat setiap kasus yang ada di daerah, dengan pola keluaran kebijakan yang seperti ini justru hanya menambah masalah yang ada, sehingga peran organisasi mahasiswa daerah sangat penting dan signifikan dalam mengawal setiap kebijakan pemerintahan yang berkaitan dengan masyarakat daerah secara langsung.
Namun dalam gerak aktivisme yang dilakukan terjadi distorsi dalam pemahaman mahasiswa, disebabkan gagalnya organisasi mahasiswa daerah dalam menginternalisasikan nilai pada kadernya yang membuat gerakan mahasiswa yang tadinya didasari atas kesadaran sosial politik, justru dianggap sekedar formalitas dan ajang mencari eksistensi, sehingga terjadi misspersepsi di masyarakat. Implikasinya masyarakat menganggap demonstrasi mahasiswa sebagai tindakan anarkis dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Ditambah organisasi mahasiswa daerah hari ini justru seringkali membuat masyarakat resah dengan konflik yang terjadi antar organisasi kedaerahan dan bersikap pasif dalam menyuarakan hak-hak masyarakat daerah, sehingga masyarakat memandang organisasi mahasiswa daerah saat ini tidak lebih dari sekedar petarung jalanan
Hal ini mestinya menjadi bahan evaluasi organisasi mahasiswa daerah untuk kembali mempertegas orientasi dan mempertajam nalar kritis kadernya. Hal yang paling fundamental adalah menciptakan lingkungan yang sehat di internal lembaga dan membangun kebiasaan yang positif sehingga kadernya dapat lebih produktif.
Melihat realitas yang terjadi saat ini maka diperlukan revitalisasi pola pengaderan, serta program-program yang lebih afektif untuk meningkatkan kualitas kader agar memiliki kesadaran intelektual, untuk menjawab pelbagai problematika yang terjadi di masyarakat hari ini, sehingga memberikan dampak yang lebih kepada masyarakat.
Telah menjadi keharusan, organisasi mahasiswa daerah sebagai wadah allternatif bagi mahasiswa untuk membangun kesadaran kolektif, dengan melakukan kegiatan aktivisme secara komprehensif dengan menjangkau setiap regional yang jauh dari pusat kekuasaan, sehingga mahasiswa tidak hanya melakukan gerakan di kota-kota sentral pemerintahan melainkan juga pada daerah-daerah yang masyarakatnya masih sangat apatis terhadap setiap permasalahan yang ada.
Organisasi mahasiswa daerah jelas menjadi sebuah wadah gerak alternatif dalam mengawal kemajuan negara. Selain itu organisasi mahasiswa daerah selain sebagai agitator sosial politik secara khusus juga sebagai benteng dalam mempertahankan nilai-nilai budaya agar tidak luntur disebabkan modernisasi, dan heterogenitas yang ada dilingkungan kampus.
Selain mengawal isu-isu politik nasional organisasi mahasiswa daerah juga harus melakukan pelestarian serta mengembangkan seni dan budaya sebagai warisan budaya bangsa, Dengan berkolaborasi dan melakukan diplomasi politik kepada pemerintah daerah sehingga dapat mengoptimalkan perannya sebagai organisasi paguyuban, sebab budaya merupakan unsur yang menjadi integritas masyarakat lokal.
Dalam hal ini tentu jelas menjadi sebuah anomali jika organisasi mahasiswa daerah dinilai sekedar tempat silaturahmi mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama. Lebih dari itu organisasi mahasiswa daerah secara potensial mestinya menjadi pelita bagi masyarakat, ditengah gelapnya kemerataan pendidikan dan perhatian dari pemerintah pusat dalam alokasi sumber daya.
Demikian mahasiswa yang berkumpul dalam satu organisasi kedaerahan harus memahami dengan tegas dan jelas, bahwa mereka merupakan aset yang potensial dalam mendorong kemajuan daerah. Harapannya mahasiswa ini dapat kembali dan membangun daerahnya dengan mengintegrasikan praktik dan teori yang didapatkan selama menempuh pendidikan.
Pandangan seperti inilah yang perlu diperbaiki sebagai kader dari organisasi mahasiswa daerah, sebab peran organisasi mahasiswa daerah memiliki peran penting dan manfaat yang lebih di masa depan mendatang, terutama dalam memobilisasi potensi, bakat, dan keahlian mahasiswa untuk mendorong perubahan dalam memajukan daerahnya.
Penulis Muhammad Malik Fajri





















