instagram youtube

Pedagogi Hitam Sistem Pendidikan yang tidak Relevan dengan Masa Kini

admin - Penulis Berita

Selasa, 2 Mei 2023 - 17:28 WIB

Minasanews.com, Makassar – Pendidikan kini mengalami degradasi dengan lingkungan yang makin mapan.

Lingkungan yang makin keras membuat kaum terdidik yang menjadi teraleniasi, kurikulum mata pelajaran yang dipaksa fokus pada pelajaran inti dengan slogan “bergerak bersama semarakkan merdeka belajar” bagaimana mau merdeka belajar, kalau merdeka saja belum? tanpa melihat kedudukan situasi dan kondisi yang membunuh dinamika kampus dalam perguruan tinggi dan berangkat ke sekolah pun dianggap beban yang sangat berat oleh kalangan pelajar dan itu terjadi hingga kini hal itu juga dituangkan dalam pemikiran Salah satu tokoh politikus pendidikan yakni neilt postman yang mengatakan bahwasanya ketika kurikulum diterapkan maka sifatnya membatasi dan membunuh karakter kaum pelajar sebab membatasi daya pikir alternatif kaum pelajar.

Pendidikan telah kehilangan ruh, kesenangan menjadi kebingungan, kenyamanan belajar tidak lagi menyenangkan dan apabila terjadi hingga kini maka sekolah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman buat anak-anak dan kaum muda. Inilah yang dimaksud Kurt Singer yang disebut pedagog hitam.

Baca Juga :  Anomali kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024,begini pandangan Dirut PT PAS INDO

Bukti konkretnya adalah ketika anak-anak dan kaum muda diajarkan program komputer terbaru tanpa diajak mengembara ke masa-masa kelahiran komputer, tidak dibahas proses penciptanya dan siapa penemunya dan yang terpenting tentunya ialah apa akibatnya bagi manusia lain. Ihwal kebiasaan telah terbentuk sehingga itu dianggap hal lazim dan itu mulai tertanam stigma masing-masing, perbedaan yang tak dianggap bermoral, kekerasan ada dimana-mana, ketimpangan pendidikan yang tak merata, komersialisasi pendidikan, kesenangan dianggap aneh, kenyamanan belajar tidak lagi ditemukan.

Pendidikan harus dilakukan tidak sekedar mengajarkakan apa yang ada justru mempertanyakan kenapa semua itu ada.

Berdasarkan data pendidikan bahwa Alokasi Anggaran pendidikan sebesar 20% 549,5 triliun rupiah untuk sektor pendidikan namun kontirbusi pendidikan kepada GDP hanya 3,8% dan dibawah rata rata negara asia pasifik, jadi pendidikan indonesia anggarannya besar tapi kontribusi ternyata relatif rendah oleh sebab itu Sistem pendidikan yang makin jauh makin tidak condong dengan kebutuhan masa kini sehingga sistem pendidikan kini lebih mengarah kepada kuantitas dibanding dengan kualitas hal itu merupakan bahwa pelajar dipersiapkan untuk menjelajah ke wilayah industri sebagai kaum pekerja dengan lingkaran penikmat kapitalisme.

Baca Juga :  Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik

Sistem pendidikan telah membunuh karakter pelajar sebab sistem pendidikan yang sebenarnya adalah dari diri pelajar bukan dengan kebutuhan kebijakan dengan dalih tidak relevan sehingga kurikulum selalu di gonta ganti itu pertanda tidak waras, sebab ketidakwarasan adalah melakukan sesuatu dengan hal yang secara berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda?

Jangan kau cabut anak-anak dari dunianya terlalu cepat, karena kau akan mendapatkan orang dewasa yang kekanak-kanakan.

 

Penulis
Amdi Yaya

Berita Terkait

Minimnya Representasi Perempuan Dalam Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi Pemerintah Indonesia
Beda Pilihan Jelang Tahun Politik 2024
Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg
Petualang Baru di Medan Perjuangan Sesungguhnya
Akhir Dedikasi Walikota Terbaik
Terima Kasih Bahtiar, Telah Menyimpan Banyak Kisah di Sulsel
Penguasa dan Cendekiawan
Jauh Panggang Dari Api, Cita-Cita pendidikan Bangsa Kian Distopia

Berita Terkait

Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:53 WIB

Peran Pemuda Dalam Ekonomi Kreatif Sebagai Lokomotif Pembangunan Ekonomi Nasional

Selasa, 30 Mei 2023 - 17:26 WIB

Demokrasi Ideal

Kamis, 20 Februari 2025 - 17:11 WIB

Akhir Dedikasi Walikota Terbaik

Rabu, 24 Mei 2023 - 15:42 WIB

Konser Musik Coldplay dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Sabtu, 27 April 2024 - 11:01 WIB

Implikasi Konflik Rusia-Ukraina terhadap Indonesia : Dampak dan Strategi

Jumat, 23 Juni 2023 - 00:18 WIB

Masa depan Suku Bajau yang bermukim di Morowali

Senin, 3 April 2023 - 11:11 WIB

Perempuan Pekerja Migran dan Masalah Kekerasan

Jumat, 10 Februari 2023 - 17:58 WIB

Hari Pers Nasional dan Kebebasan Menulis

Berita Terbaru

Dilarang Curi berita