Minasanews.Com.Pangkep— Pelepasan jenazah almarhum Muh Fitri Mubarak korban kapal tenggelam dipimpin langsung Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau(MYL) Minggu(28/12/2025) di Kompleks Perumahan H Rako di kelurahan Paddoang-doangan kecamatan Pangkajene kabupaten Pangkep.
Bupati MYL tak kuasa menahan tangis saat melepas Almarhum Camat andalannya. Beberapa kali MYL terisak setiap membacakan sambutan, matanya sembab, suaranya serak dan setiap penggalan kalimat yang meluncur dari mulutnya terus ia coba tahan rasa sedih mengenang kepergian Muh Fitri.
Disaat ASN dan pejabat lain menikmati hari libur, justru waktu senggang itu bagi Almarhum dimanfaatkan untuk mengunjungi warganya di wilayah Kepulauan. Almarhum sudah puluhan tahun mengabdi untuk masyarakat pulau.
“Sudah berapa kali kami ajak untuk kembali ke daratan. Tetapi selalu permintaan itu ditolak oleh Almarhum dengan alasan saya sudah suka dengan warga Pulau. Masyarakat pulau itu saya anggap sebagai keluarga,” tutur MYL dengan suara bergetar mengenang Almarhum.
Pengabdian Fitri kepada masyarakat pulau, kata MYL sangat luar biasa dan bisa menjadi role model bagi ASN, kepada pejabat dan para junior. “Bayangkan disaat hari libur, almarhum tetap menunjukkan pengabdian kepada warga pulau demi kesuksesan program pemerintah daerah dengan membawa bahan pangan dan alat kesehatan serta bantuan lain bersama Dompet Dhuafa,” ujar MYL lagi
Kesedihan MYL ikut dirasakan para pelayat dari kalangan keluarga, sahabat dan para kolega almarhum dari lingkup pejabat dan ASN di Pemkab Barru. Mereka ikut larut dengan kesedihan untuk mengantar Muh Fitri hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Suasana haru juga semakin bertambah saat Ketua Alumni SMANSA Pangkep, Adnan Muis mewakili keluarga yang juga mengenang almarhum sebagai sahabat karibnya sejak di SDN Jagong, SMPN 1 Pangkajene hingga SMANSA Pangkep.
“Semasa hidupnya Fitri beberapa kali saya tawarkan masukmako bertugas didaratan karena sudah cukup lama mengabdi untuk masyarakat pulau. Tetapi apa jawaban Fitri setiap kali ditawarkan, dia bilang oh Adnan jangan sekali-kali uruska supaya bisa pindah tugas kedaratan. Saya sudah sangat suka bertugas di wilayah Kepulauan,” beber Adnan yang terus terisak menangisi kepergian sahabat karibnya.( Udi)





















