Minasanews.Com.Barru— Forum diskusi yang menghadirkan Petinggi PT Conch dalam rapat dengar pendapat( RDP) yang difasilitasi DPRD Barru, Jum’at(10/4/2026) tiba-tiba jadi gaduh dan berujung ricuh. Padahal awal diskusi berlangsung adem, karena hampir semua peserta RDP lebih banyak dihadiri pihak elemen yang pro dibanding yang mewakili kubu kontra.
Awalnya banyak pihak dalam ruangan sidang DPRD menilai bahwa forum ini bakal didominasi pihak yang pro dengan kehadiran Perusahaan asal Negeri China yang rencana akan membangun Packing Plan( Pengantongan Semen) di Barru.
Tetapi pihak Perwakilan Gabungan Pemuda dan Pelajar Mahasiswa( Gappembar) yang juga tampil menyuarakan keberadaan PT Conch justru menagih pihak Pemkab Barru agar menerbitkan Surat Peringatan Satu(SP1) kepada Perusahaan asal Negeri Tiongkok ini terkait Pajak Bumi Bangunan( PBB) yang diduga pihak Gappembar sudah menunggak.
Menurut Perwakilan Gappembar tersebut. “Jika tidak ada SP1, maka hal ini rawan menimbulkan potensi dugaan korupsi. Pernyataan Perwakilan Organisasi Kemahasiswaan sempat diungkapkan tersebut,” ujar Perwakilan Gappembar ini.
Tetapi ketika Perwakilan Gappembar tersebut tampil lagi disesi diskusi lanjutan, kembali meminta pihak Pemkab untuk memberikan jawaban. Hanya saja saat itu pihak Pemkab Barru yang diwakili Fariadi Abu Jahya masih berusaha menampung seluruh pendapat dan berharap akan menjawab secara kolektif usai semua pihak mengajukan pertanyaan.
Saat itulah Perwakilan Gappembar memilih walk out dan langkah ini yang kemudian memamcing emosi beberapa peserta forum yang kemudiam meminta agar Perwakilan Gappembar segera meninggalkan ruang sidang DPRD.
Suasana disksusi akhirnya berujung ricuh karena ada diantara beberapa peserta yang terpancing sikap emosinya. Bahkan berusaha mengejar Perwakilan Gappembar, meski banyak pihak yang berusaha merelai perseteruan tersebut. Beruntung ada dari aparat Kepolisian yang berusaha menghalangi dan membawa keluar ruangan dari Perwakilan Gappembar.
Saat suasana semakin memanas, moderator yang dipandu Anggota DPRD Barru, Syamsu Rijal beberapa kali meminta peserta RDP agar tidak terpancing dengan suasana gaduh yang terjadi saat itu.
Setelah pihak Gappembar meninggalkan ruang sidang yang sempat diskorsing beberapa waktu akhirnya RDP ini kembali dilanjutkan.( Udi)





















