Minasanews.Com.Pangkep— Banjir parah di jalan trans Sulawesi di Kota Pangkajene kabupaten Pangkep menyebabkan kemacetan total dijalan poros nasional yang menghubungkan beberapa Provinsi di Sulawesi ini. Imbasnya kemacetan panjang mencapai hingga 5 kilometer.

Dua jalan alternatif dari arah Makassar ke arah utara Pangkep , begitu pula sebaliknya dari arah utara ternyata belum bisa mengurai kemacetan. Kedua jalan alternatif itu masuk jalur Minasa Te’ne dan Terminal Bungoro dipadati kendaraan kecil dan ukuran besar justru menciptakan kemacetan baru.
Tumpukan kendaraan mengular hingga lima kilometer panjangnya. Mulai dari jembatan Maleleng hingga kota Pangkajene, kendaraan bergerak merayap. Ketinggian air di depan Swalayan Cahaya Ujung( CU ke arah utara mencapai tinggi pinggang orang dewasa.

Kemacetan panjang di kota Pangkajene kabupaten Pangkep ini sudah berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu(22/12/2024). Kondisi banjir terparah terjadi dijalan poros trans Sulawesi ini mulai di jalan Sultan Hasanuddin di wilayah Palampang hingga dekat Bontogelang diperbatasan kecamatan Pangkajene dengan Bungoro.
Situasi kemacetan parah di Pangkep dimanfaatkan para pengendara untuk merekam situasi melalui video. Bahkan warga setempat juga berkesempatan memanfaatkan moment ini untuk mengambil gambar dari suasana macet tersebut.

Kasat Lantas Polres Pangkep AKP Suryanto yang berusaha dikonfirmasi tidak berhasil. Pesan watshap yang dikirim belum dibalas. Begitu pula saat ditelephone tidak diangkat, meski dalam kondisi berdering.( Udi)





















