instagram youtube

Telaah kritis : Menuju Gen Indonesia Emas 2045

admin - Penulis Berita

Sabtu, 22 Februari 2025 - 10:18 WIB

Minasanews.com,Makassar- Jika kita berusaha pada satu hal.. maka boleh jadi kita dapat boleh juga belum. cendekia mengatakan itu. Ulama menyebutnya ikhtiar. Oh ternyata sebentar lagi Ramadhan.

Optimisme harus, Yaa.. !! Tidak di tawar. Tapi harus realistis. Supaya hadap diri. Bangsa ini harus diakui sudah mulai tumpah terhadap populasi Gen Pemuda. adalah kemana orientasi kita bangun. mengandalkan basis pendidikan, meningkatkan teknologi, atau mengayun ketidak pastian.. multidimensional hidup dengan AI kexmcerdasan Buatan. Abad 21 dan seluruh problem modernitas.

pendidikan berbasis Otomasi digital itu adlaah ruang baru dan tantangan bagaimana mentalitas dan Emosional intelgensia di bangun itu jauh lebih berharga.

Problem Krisis identitas pemuda yang disebut generasi Z adalah tantangan hari ini hidup dalam era Shifting. kata A.Tofler pergeseran dunia per milidetik. kalau bahasa Yasraf itu hieperealitas (Melampaui realitas) pemuda melebihi realitasnya. Tren tiktok. Viral Virus . Medsos Boleh jadi Miskin Pengetahuan kaya Aksi

Baca Juga :  Cermati Langkah Judicial Review, Kewenangan Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi

Apakah kita mampu tiba pada Gen Indonesia Emas 2045 itu dimana semua harapan bangsa kita titipkan disana, mengurai benang kusut dari 1945 yang dicita citakan. Jawabannya adalah hari ini.

Melihat problem Maslow dalam Psikologi humanistik menerjemah ulang bagaimana eksistensi individu mampu ada dan terus ada mengkonstruksi dirinya. Generasi tidak boleh latah terhadap zaman kita mesti tumbuh dalam ruang waktu ini, membangun mentalitas moral dan pengetahuan. Y Harari dalam Homo Deus mengatakan yang lebih penting dari AI dan Otomasi adalah membagun karakter Individu dan moralitas manusia. Pendalaman Karakter apakah secara karakter politik dan Kemanusiaan. Komitmen dan konsistensi adalah Nilai yang tidak bisa ditawarm

Baca Juga :  Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Menuju indonesia emas 2045 mengulang atau merekonstruksi pikiran bangsa sesuai cita cita pembangunan atau menjadi hadiah dari upaya kita bersama merancang metodologi ke arah sana. Semua terlibat pemerintah, pekerja, pemuda, dan yang disebut sebagai Minority Creativ dalam sosialogi sebagai penggerak sebuah perubahan.

Menuju Ramadhan 1445 H dan menuju gen emas 2045. Mentalitas di perkuat. Moralitas di bangun. Kecerdasan di tumbuhkan selaras. Cinta selalu ada. Karakter di pertajam.

Cita cita kita indonesia emas berat. Jika tidak dimulai. Harapan kita ada pada pemuda tepatnya hari ini.

Oleh : Fajri Ramadhan Rachmat
Aktivis Sosial

Berita Terkait

Alternatif Masyarakat, Organda Mahasiswa Dalam Pusaran Permasalahan Fungsional
Cermati Langkah Judicial Review, Kewenangan Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi
Demokrasi Ideal
Konser Musik Coldplay dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Akhir Dedikasi Walikota Terbaik
Penguasa dan Cendekiawan
Perempuan Pekerja Migran dan Masalah Kekerasan
Kriminaliasi Demo Mahasiswa, Ada Apa dengan Kepolisian?

Berita Terkait

Kamis, 11 Mei 2023 - 13:02 WIB

Cermati Langkah Judicial Review, Kewenangan Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi

Selasa, 2 Mei 2023 - 17:28 WIB

Pedagogi Hitam Sistem Pendidikan yang tidak Relevan dengan Masa Kini

Jumat, 23 Juni 2023 - 00:18 WIB

Masa depan Suku Bajau yang bermukim di Morowali

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:49 WIB

Nahkoda Baru Kolaka 2024, Kaum Muda Bukan Sedekar Objek Politik

Minggu, 5 Mei 2024 - 00:00 WIB

Siapa AKBP Dodik Susianto, S.I.K Sosok Dibalik Pengungkapan Kasus Sabu 30 Kg

Rabu, 24 Mei 2023 - 18:14 WIB

Millenial Sebagai Solutif Arah Generasi Bangsa

Senin, 3 April 2023 - 11:11 WIB

Perempuan Pekerja Migran dan Masalah Kekerasan

Minggu, 19 Februari 2023 - 20:28 WIB

Tidak Ada yang Lebih Puitis Dari Pada Berbicara Kebenaran

Berita Terbaru

Nasional

Wawali Makassar Hadiri Urban Climate Forum 2026 di Jakarta

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:54 WIB

Metro

Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:02 WIB

Dilarang Curi berita